Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Per Senin, 15 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, tercatat 1.016 orang meninggal dan 212 orang masih hilang.
Angka luka-luka mencapai sekitar 7.600 orang. Dampak kerusakan meluas di mana 158.000 rumah rusak, 581 fasilitas pendidikan terdampak, 145 jembatan hancur, 1.200 fasilitas umum rusak, 434 tempat ibadah rusak, dan 290 gedung perkantoran ikut terdampak. Total wilayah yang terkena imbas bencana hebat itu mencapai 52 kabupaten/kota.
Operasi pencarian masih berlangsung di sejumlah daerah. Tim SAR memfokuskan pencarian di 13 kabupaten/kota: di Aceh tertuju pada Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bireuen; di Sumatra Utara fokus di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga; sedangkan di Sumatra Barat pencarian dipusatkan di Agam, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Situasi di lapangan menggambarkan skala kerusakan yang besar. Hujan deras selama beberapa hari menyebabkan rumah hancur, jalan terputus, dan ribuan warga harus mengungsi.
Aceh tercatat sebagai provinsi paling parah terkena dampak, sementara Sumatra Utara dan Sumatra Barat juga melaporkan kerusakan signifikan.