Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Keterbatasan Fiskal, Pemda Lembata Cari Terobosan Tata Ekosistem Inbestasi dan Rantai Ekonomi Maksimalkan Potensi Daerah.

Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, Pemkab Lembata mengaku terus mencari terobosan agar seluruh potensi ekonomi bisa dimaksimalkan.

Indonesiasurya
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:47:28 WIB
Foto

INDONESIASURYA.COM — Pendapatan asli daerah (PAD) kecil, anggaran pusat terbatas membuat fiskal Lembata terbatas, karenanya dibawah kepemimpinan Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan wakil Bupati Muhamad Nasir berkomitmen memaksimalkan potensi ekonomi wilyah itu guna mendongkrak kesejahteraan rakyat sekaligus meningkatkan Pendapan asli daerah (PAD).

Salah satu langkah cepat yakni memastikan segera memperbarui kontrak Tol Laut yang berakhir pada akhir tahun 2025.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga ayam potong serta menjamin kelancaran pasokan pakan ternak yang menjadi faktor kunci keberlanjutan ekosistem peternakan di daerah tersebut.

Selama ini, ayam beku melalui skema Tol Laut menjadi salah satu instrumen pengendali harga di pasaran. Pemkab Lembata menilai ekosistem peternakan ayam sudah mulai terbentuk, ditopang oleh rantai logistik yang telah dibangun secara bertahap dan terstruktur.

Namun, berakhirnya kontrak Tol Laut berdampak langsung pada distribusi pakan ternak. Jika pakan harus dikirim menggunakan kontainer reguler, biaya pengiriman bisa mencapai lebih dari Rp5 juta per kontainer. Kenaikan biaya logistik ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga ayam di tingkat konsumen.

Pemkab Lembata saat ini bekerja sama dengan kelompok peternak (Pokpan) dan perusahaan mitra dalam pengelolaan peternakan ayam, termasuk pengaturan rasionalisasi DOC (Day Old Chick) dan penyediaan pakan dalam satu paket produksi. Persoalannya, pakan ternak tidak dapat masuk melalui skema Tol Laut tanpa adanya pembaruan kontrak.

“Kalau pakan tidak masuk melalui Tol Laut, maka rantai produksi terganggu dan harga ayam pasti naik. Selisih biaya angkut bisa mencapai Rp5,5 juta. Ini harus segera diantisipasi,” ungkap sumber Pemkab.

Untuk itu, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan guna mempercepat perpanjangan kontrak Tol Laut. Upaya ini juga berkaitan dengan komitmen Pemkab Lembata dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan berbagai sentra peternakan yang dibiayai APBD II.

Pada tahap awal, ekosistem peternakan ayam telah dibangun untuk menopang kebutuhan MBG. Namun tanpa dukungan logistik yang stabil dan terjangkau, keberlanjutan program ini dinilai akan menghadapi kendala serius.

Selain ayam, Pemkab Lembata juga terus mengembangkan sistem perdagangan ternak antar pulau. Bukit Ruminansia difungsikan sebagai lokasi penampungan dan pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dikirim keluar daerah, seperti kambing ke Sulawesi. Setiap pengiriman ternak wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan sebagai bentuk perlindungan wilayah sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah menegaskan, perdagangan ternak antar pulau dilakukan secara resmi dan terkontrol, sehingga tidak meresahkan masyarakat serta menekan praktik pengiriman ternak melalui jalur ilegal.

Di sisi lain, Pemkab Lembata juga menegaskan prinsip ekonomi pasar dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Nasir menyebut, Pemerintah tidak memaksakan aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli beras atau produk tertentu. Masyarakat bebas memilih barang dengan harga terbaik sesuai mekanisme pasar, sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, Pemkab Lembata mengaku terus mencari terobosan agar seluruh potensi ekonomi bisa dimaksimalkan.

Salah satunya dengan membangun core bisnis daerah, memperkuat UMKM, membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta mengoptimalkan peran ASN dalam pendampingan koperasi dan pelaku usaha desa.

“Kita optimis ini bisa berjalan. Setelah kontrak Tol Laut diperbarui, kita akan beri kemudahan bagi pengusaha, termasuk menjalin komunikasi dengan mitra usaha di Makassar. Pemerintah daerah fokus membangun ekosistem, sementara subsidi dan pendampingan menjadi daya dorong bagi UMKM dan peternak,” tegasnya.

Pemkab Lembata menargetkan perpanjangan kontrak Tol Laut dapat dilakukan dalam waktu dekat agar rantai logistik kembali berjalan normal dan stabilitas harga ayam potong tetap terjaga di pasaran. (ST/SL).


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Tercium Aroma Tak Sedap Dari Rencana Investasi Garam Lembata, DPRD Buka Suara.

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dib

| Jumat, 27 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11