Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ketua APDESI Mandailing Natal Desak ADD Segera Dicairkan, Satma AMPI Madina Soroti Transparansi Desa dan Sengketa Informasi Publik

Kalau memang kesejahteraan perangkat desa menjadi prioritas, seharusnya APDESI mendorong desa-desa anggotanya tertib administrasi sejak awal tahun, bukan baru bersuara keras ketika hari raya sudah dekat,”

Indonesiasurya
Sabtu, 07 Maret 2026 | 01:04:24 WIB
Ilustrasi

Mandailing Natal, ~ Pernyataan Ketua APDESI Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Miswaruddin, yang meminta Pemerintah Kabupaten segera mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) periode Januari hingga Maret 2026 sebelum Idulfitri menuai kritik keras dari kalangan pemuda.

Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menilai desakan tersebut berpotensi menabrak prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.

Menurut Saleh, pencairan dana desa harus tetap mengacu pada aturan administrasi yang jelas, termasuk penyelesaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) tahun sebelumnya.

“Tidak boleh ada logika ‘cair dulu, urusan belakangan’. Dana desa adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara administrasi dan hukum,” kata Saleh dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat.

Ia menilai alasan kebutuhan menjelang Idulfitri tidak dapat dijadikan dasar untuk melonggarkan aturan yang telah ditetapkan dalam tata kelola keuangan desa.

Saleh menegaskan organisasi yang menaungi para kepala desa seharusnya berperan aktif meningkatkan kedisiplinan administrasi di tingkat desa, bukan justru mendorong pemerintah daerah memberikan dispensasi yang berpotensi melanggar prosedur.

“Kalau memang kesejahteraan perangkat desa menjadi prioritas, seharusnya APDESI mendorong desa-desa anggotanya tertib administrasi sejak awal tahun, bukan baru bersuara keras ketika hari raya sudah dekat,” ujarnya.

Di sisi lain, Saleh juga menyoroti fenomena yang saat ini menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal, yakni maraknya permintaan informasi publik terkait pengelolaan anggaran desa yang tidak ditanggapi oleh sejumlah pemerintah desa.

Menurutnya, beberapa permohonan informasi publik bahkan telah bergulir menjadi sengketa hingga ke Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi berlanjut ke proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila tidak ada penyelesaian secara terbuka dan transparan dari pihak pemerintah desa.

“Ini sangat memprihatinkan. Di satu sisi ada desakan agar dana desa segera dicairkan, tetapi di sisi lain banyak desa yang tidak merespons permintaan informasi publik masyarakat,” tegas Saleh.

Ia menilai fenomena tersebut dapat menjadi preseden buruk di mata masyarakat karena memperlihatkan lemahnya komitmen sebagian aparatur desa terhadap prinsip keterbukaan informasi.

Saleh mengaku meyakini masih banyak desa yang belum sepenuhnya memahami kewajiban memberikan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bahkan, menurutnya, tidak sedikit aparatur desa yang diduga merasa khawatir membuka informasi karena dokumen pertanggungjawaban anggaran belum sepenuhnya lengkap.

“Saya yakin masih banyak desa yang sebenarnya belum memahami sepenuhnya kewajiban memberikan informasi kepada publik, atau bahkan takut membuka data karena dokumen pertanggungjawaban anggarannya belum lengkap,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi organisasi kepala desa untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi dan transparansi anggaran.

Menurut Saleh, pemerintah daerah juga harus tetap berdiri pada prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, meskipun terdapat berbagai tekanan atau desakan dari pihak tertentu.

“Uang negara sekecil apa pun memiliki prosedur yang harus dihormati. Jangan sampai tata kelola keuangan desa di Mandailing Natal rusak hanya karena tekanan politik atau narasi populis,” katanya.

Saleh berharap polemik ini dapat menjadi momentum memperkuat transparansi dan disiplin administrasi desa agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana publik tetap terjaga. (Magrifatulloh).


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

CARUT MARUT MUTASI KEPALA SEKOLAH DI DINAS PENDIDIKAN LEMBATA

Seolah-olah mutasi ini bukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, melainkan sekadar sarat pemenuhan keinginan pihak-pihak

| Senin, 07 September 2026
Setelah ditahan karena dokumen kapal habis masa berlaku, KM. Ile Mandiri kembali berlayar.

Banyak penumpang akhirnya mencari jalan alternatif dengan mencari pelayaran lain dengan tol laut dari lewoleba

| Jumat, 04 September 2026
Gerak cepat BPBD Lembata dan Unit Siaga SAR temukan warga Baopana yang tenggelam.

Atas kejadian ini warga menghubungi pihak Pemerintah Desa untuk meminta bantuan ke BPBD Lembata dan Unit Siaga SAR Lemba

| Minggu, 06 September 2026
Laga Eksibisi Pemda Lembata vs Kades dan Camat Ile Ape tandai bergulirnya Liga Persebata 2026

Liga Persebata 2026 turnamen sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Lembata itu dilaksanakan di Lapangan Dadu Beliung,

| Minggu, 06 September 2026
Perkuat Peran Tokoh Lokal, PKS Demak Gelar Pelatihan Orientasi Partai untuk Kawal Aspirasi Rakyat

Ketua Umum DPD PKS Demak, Eko Setio Budi Utomo, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran serta aktif kader

| Senin, 07 September 2026
Surat somasi beredar luas di medsos, Bupati Lembata Kanisius Tuaq "saya tidak mau menghakimi siapapun"

Saya menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun saya tegaskan dengan sangat jelas: persoalan

| Minggu, 06 September 2026
Hama kutu putih serang tanaman di Lembata, dinas pertanian gerak cepat antisipasi penyebaran.

PLT kadis pertanian, Ade Hasan Yusuf kepada media ini melalui pesan singkat wa menulis, terkait serangan hama kutu putih

| Sabtu, 05 September 2026
Lima mobil operasional BPBD Lembata rusak, Siapa makan Anggaran perbaikan?

Kalau ada anggaran yang dikeluarkan tapi kendaraan belum juga bisa beroperasi, orang bisa berpersepsi jangan-jangan u

| Sabtu, 05 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4