Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Konklaf Cara Kardinal Katolik Roma Memilih Paus Baru.

Sosok Paus baru akan terungkap, saat dia menyapa umat dari balkon Basilika Santo Petrus.

Indonesiasurya
Sabtu, 10 Mei 2025 | 00:43:06 WIB
Foto

INDONESIASURYA.COM - Pemimpin umat Katolik Roma adalah seorang Paus, yang dipilih melalui Konklaf yang dilaksanakan oleh para Kardinal.

Paus pemimpin tertinggi umat Katolik hanya bisa diganti jika meninggal dunia atau mengundurkan diri.

Saat seorang paus meninggal dunia atau mengundurkan diri, proses pemilihan Paus baru dimulai yang disebut sebagai KONKLAF.

Para Kardinal yang menggunakan jubah merah akan dipanggil ke Kota Suci Roma.

Ada lebih dari 200 Kardinal, tapi hanya mereka yang usianya tidak lebih dari 80 tahun ( 252 Kardinal, 135 yang ikut sidang KONKLAF).

Setelah para Kardinal tiba di Vatikan, mereka akan dikunci dalam sebuah ruangan di Kapel Sistina, tanpa kontak dengan dunia luar.

Mereka tidak boleh mendengarkan radio, menonton TV, membaca koran, dan membawa ponsel. Tugas mereka hanya satu, memilih Paus selanjutnya.

Sebelum salah seorang dipilih oleh dua pertiga kuorum, para Kardinal tidak boleh meninggalkan ruangan.

Mereka akan makan, tidur, dan melakukan pemilihan suara di area tertutup proses ini bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Saat KONKLAF dimulai, para Kardinal akan menghadiri misa kemudian berjalan menuju Kapel Sistina.

Sebelumnya, seluruh area sudah dibersihkan dari kamera maupun mikrofon tersembunyi.

Para Kardinal akan memulai melakukan pemungutan suara pertama pada sore hari.

Pada hari kedua, pemungutan suara akan dilakukan empat kali. Dua kali di pagi hari dan dua lainnya di sore hari.

Para Kardinal akan menulis nama kandidat yang mereka pilih di kertas suara melipatnya dua kali dan meletakkannya dalam wadah ini. Setelah seluruh kertas suara dihitung, nama kandidat dan jumlah pemilih akan diumumkan.

Kertas suara yang terkumpul kemudian dibakar dan asapnya bisa terlihat khayalak umum. Jika asapnya hitam, itu berarti belum ada suara mayoritas. Jika asapnya putih, Paus baru telah terpilih.

Jika seorang kandidat mendapatkan suara mayoritas, dia akan ditanya kesediaannya menjadi Paus. Jika dia menerima posisi tersebut dia kemudian memilih nama resmi sebagai Paus.

Sosok Paus baru akan terungkap, saat dia menyapa umat dari balkon Basilika Santo Petrus.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Front keadilan rakyat Lembata gelar aksi, pemerintah diminta turunkan harga es batu, DPRD jangan diam.

Terkait Alfamart, Pemerintah berada pada posisi yang tidak bisa menolak dan tidak mudah menerima. Pemerintah mengambi

| Senin, 28 September 2026
Kampar B Juara Waijarang Cup, Kalahkan Kwela Watukobu 6-2 di Final

Klub yang dilatih oleh Mitos Latif dengan manajer Yonas Magang — seorang anggota Polri aktif — tampil solid sepanjan

| Senin, 28 September 2026
Kabar baik bagi 255 PPPK Paruh Waktu Lembata: Tetap Bekerja, TPP Dikaji

Meski anggaran terbatas, Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menurunkan kualitas pelayanan. "Bekerjalah deng

| Minggu, 27 September 2026
Bupati Lembata Kaji Peluang Pemberian TPP ke 255 PPPK Paruh Waktu.

Selama saya memimpin bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, kami tidak akan memberhentikan PPPK Paruh Waktu, sepanjang

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata gelar berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Peringatan ulang tahun kesehatan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, b

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Pendidikan Lembata diduga Jebak Bupati terkait Mutasi Kepala Sekolah di Lembata.

Kondisi data yang tidak valid di Dapodik membawa dampak serius bagi nasib guru. Data yang tidak sinkron menyebabkan stat

| Jumat, 25 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13