Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


LSM. Barakat Dorong Ekonomi Biru Di Kawasan Muro Lembata

Adapun dari elemen Industri/LSM: Yayasan Barakat sebagai penyelenggara dan fasilitator utama, serta mitra industri dan organisasi yang bergerak di bidang konservasi laut dan ekonomi berkelanjutan.

Indonesiasurya
Senin, 03 November 2025 | 17:40:07 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Lembata - LSM Barakat memulai langkah maju mendorong ekonomi biru di kawasan pesisir Lembata setelah sebelumnya sukses merevitalisasi tradisi Muro yaitu sistem pengelolaan laut

berbasis kearifan lokal yang mengatur pola pemanfaatan kekayaan laut di Lembata, Nusa Tenggara Timur,

Tantangan masa kini adalah bagaimana menjembatani pengetahuan tradisional
dengan kebutuhan ekonomi modern tanpa kehilangan nilai-nilai sakral dan ekologisnya.

Tradisi Muro membuktikan bahwa masyarakat adat Lembata telah memiliki sistem pengelolaan laut yang berkelanjutan jauh sebelum konsep “ekonomi biru” dikenal secara global. 

Menurut Direktur LSM Barakat, Benediktus Bedil,
kawasan pesisir Lembata dikenal bukan hanya karena keindahan lautnya, tetapi juga karena sistem sosial-budaya yang memandang laut sebagai bagian dari kehidupan spiritual.

"Salah satu bentuk relasi ekologis dan spiritual itu adalah tradisi Muro, yaitu sistem pengelolaan laut
berbasis kearifan lokal yang mengatur kapan, di mana, dan bagaimana laut boleh
dimanfaatkan," ujar Benediktus.

Ia menjelaskan, tradisi ini merupakan perwujudan pengetahuan ekologis yang diwariskan lintas generasi oleh masyarakat adat, dan kini menjadi salah satu aset budaya maritim paling penting di Nusa Tenggara Timur.

Namun ia mengatakan, seperti banyak wilayah adat lainnya, masyarakat penjaga Muro di Lembata menghadapi paradoks yang kompleks: mereka melestarikan laut dan keanekaragamannya,
tetapi sering kali tidak menikmati manfaat ekonomi dari laut yang mereka jaga.

Dalam konteks inilah, konsep “Ekonomi Biru” (Blue Economy) menjadi relevan—yakni pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial dan pelestarian ekosistem.

"Konsep ekonomi biru kami pandang sebagai solusi mengatasi paradoks yang dialami masyarakat di kawasan Muro," ujar Direktur Barakat,  Benediktus Bedil.

Namun LSM ini tidak mau tergesa-gesa merumuskan dan menjalankan program Ekonomi biru bagi warga di kawasan Muro. Barakat menghadirkan empat pilar Quadruple Helix, pemerintah, akademisi, masyarakat
adat, dan sektor industri guna menjadikan tradisi Muro sebagai fondasi dasar memajukan peluang ekonomi lestari di sektor perikanan, pariwisata, dan
industri kreatif maritim.

"FGD ini lahir dari kebutuhan untuk merumuskan dasar konseptual, arah kebijakan, dan strategi implementatif pengembangan Ekonomi Biru di kawasan Muro, yang tidak
meniadakan nilai-nilai adat, tetapi justru menjadikannya fondasi utama. Secara akademis, ini penting untuk membangun model pengembangan berbasis budaya (culture-based
development) yang dapat dijadikan rujukan bagi kawasan pesisir lain di Indonesia.

Secara praktis, FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menghubungkan
potensi tradisi Muro dengan peluang ekonomi lestari di sektor perikanan, pariwisata, dan industri kreatif maritim," ungkap Benediktus Bedil. 

Dalam FGD yang akan digelar di olimpik Ballroom, Kota Lewoleba, Sabtu (1/11/2025), Barakat menghadirkan empat pilar Quadruple Helix yakni: Kepala Desa Kawasan MURO : Desa Tapobaran, Desa Lamatokan, Desa Lamawolo, Desa Kolontobo, Desa Todanara, Desa Waimatan

Elemen Pemerintah Daerah:  Bappelitbangda, Dinas PMD, Dinas PORABUD, Dinas PAREKRAF, Dinas Pendidikan, Dinas KOPERINDAG, Dinas P2PA, Dinas Pertanian

Adapun dari Akademisi,
Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta, sebagai Pembicara Utama: Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum - Peneliti Tradisi Muro dan Budaya Pesisir – untuk
menjelaskan landasan adat, nilai sakral, serta tata kelola ekologis masyarakat adat
Lembata; Universitas Nusa Cendana Kupang Aludin Al Ayubi, S.Pi, M.Si – Pakar Bidang Kelautan dan Ekonomi Biru – untuk memaparkan kerangka konseptual dan kebijakan ekonomi biru di Indonesia.

Adapun dari elemen Industri/LSM: Yayasan Barakat sebagai penyelenggara dan fasilitator utama, serta mitra industri dan organisasi yang bergerak di bidang konservasi laut dan ekonomi berkelanjutan.

Benediktus Bedil menjelaskan, FGD bersama Quadruple Helix bertujuan; Mengidentifikasi dasar-dasar budaya, ekologis, dan sosial dari tradisi Muro sebagai
fondasi pengembangan Ekonomi Biru, Merumuskan arah pengembangan ekonomi biru yang berbasis pada prinsip kelestarian, partisipasi, dan keadilan bagi masyarakat adat, Memetakan peran para pemangku kepentingan (pemerintah, akademisi, masyarakat
adat, dan sektor industri) dalam membangun model kolaboratif.(PT).


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7