Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Naskah Akademis Ramperda KLA Lembata Jadi Polemik, Sebastianus Muri "Kami akui Ada Kekeliruan Tapi ini Bukan Hasil Plagiat"

Naskah Rancangan Peraturan daerah (ramperda) ini kami diakui bahwa ada kekeliruan, namun itu lebih karena faktor human eror bukan plagiat.

Indonesiasurya
Kamis, 04 Desember 2025 | 14:10:52 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Lembata - Sebastianus Muri anggota Fraksi PDIP DPRD Lembata yang juga merupakan inisiator ramperda Kabupaten Layak anak (KLA) yang kini jadi hebat akibat ada tulisan Polewali Mandar secara terbuka mengakui bahwa terjadi Kekeliruan dalam editan tapi naskah ini bukan hasil plagiat.

"Ini murni Human Eror dan kami Akui itu sehingga Akan dilakukan Evaluasi." Ungkap Muri 


Muri dihadapan awak media dan sejumlah anggota dewan di ruang kerja pimpinan DPRD Lembata Fransiskus Xaverius Namang (3/12/2025) menjelaskan bahwa dalam penyusunan naskah akademik pihaknya mencari banyak sumber sebagai referensi dan salah satunya adalah perda KLA Polewali mandar.

Naskah Rancangan Peraturan daerah (ramperda) ini kami diakui bahwa ada kekeliruan, namun itu lebih karena faktor human eror bukan plagiat.

Sebelumnya Pimpinan DPRD Fransiskus Xaverius Namang, pada kesempatan tersebut menjelaskan, terkait masuknya Polewali Mandar di dalam naskah Ranperda KLA memang sangat disayangkan.

Baca juga ; Naskah Rancangan Peraturan daerah (ramperda) ini kami diakui bahwa ada kekeliruan, namun itu lebih karena faktor human eror bukan plagiat.

Menurut Namang Masuknya Polewali Mandar murni karena faktor human eror yang tidak disengaja.

Ia mengatakan, ada sejumlah kabupaten yang dijadikan rujukan dalam penyusunan naskah Ranperda KLA, di antaranya Surabaya, Surakarta dan Polewali Mandar. Untuk Lembata merujuk pada Polewali Mandar karena adanya kesamaan karakter namun dalam penyusunan, ternyata ada kekeliruan dengan masuknya Polewali Mandar dalam naskah Ranperda.

"Masukan semua pihak kami terima dan akan lakukan evaluasi terhadap naskah ramperda ini" ujar Namang

Dikatakannya, melalui konsultasi publik, semua masukan dan kekeliruan yang terjadi akan diperbaiki. Ini murni human eror dan atas kekeliruan itu kami menyampaikan permohonan maaf,” kata Fransiskus Namang.

Mantan ketua DPRD Lembata Petrus Gero, yang kini menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Lembata yang hadir pada kesempatan tersebut menambahkan, ada sejumlah kabupaten yang sudah melaksanakan Perda KLA dan Lembata merujuk pada Perda Kabupaten Polewali Mandar. Bahwa masih ada Polewali Mandar dalam naskah itu murni human eror.

“Beberapa daerah menganut pola amati tiru dan modifikasi, dan bersyukur ada forum konsultasi publik yang beri masukan sebelum masuk ke pembahasan tingkat satu. Kalau sampai nanti di pembahasan tingkat dua Polewali Mandar masih lolos maka Dewan dianggap tidak kerja semua,” tegasnya.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10