Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pentas Seni PGRI Nagawutung, Guru Bukan Sekadar Pengajar, Tapi Penjaga Budaya

Melalui kegiatan ini, PGRI Kecamatan Nagawutung mempertegas bahwa seni dan budaya adalah bagian penting dalam pendidikan.

Indonesiasurya
Senin, 24 November 2025 | 00:06:31 WIB
Foto

Indinesiasurya.com ||Nagawutung, - Pentas Seni dalam rangka Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI di Kecamatan Nagawutung berlangsung meriah dan penuh makna pada Senin (24/11/2025) di pelataran Kantor Camat Nagawutung. Acara yang dipandu pewara Thomas K. Swalar, M.Pd ini menjadi malam istimewa bagi para guru, siswa, dan masyarakat yang hadir untuk merayakan peran guru tidak hanya sebagai pendidik di kelas, tetapi juga sebagai penjaga dan penggerak kebudayaan.


Hadir dalam acara ini, Camat Nagawutung, Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kapolsek Nagawutung, Danramil Loang, utusan dari PT Cendana Indopart, Kepala Puskesmas Loang, para guru dan tenaga kependidikan kecamatan Nagawutung, para kepala desa se - kecamatan Nagawutung dan warga masyarakat dari Desa Riabao, Duawutun dan Wuakerong.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Nagawutung, David Kobu, S.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang ekspresi kreativitas guru sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.


“Guru tidak hanya mengajar di ruang kelas. Mereka menjadi teladan dalam merawat tradisi, menjaga nilai budaya, dan mempersembahkan karya yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa melalui paduan suara, olah vokal, dan pertunjukan seni lainnya, terselip nilai pendidikan penting seperti disiplin, kekompakan, kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap jati diri budaya.


David juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Ia menilai bahwa pertemuan antara guru dan warga dalam suasana penuh kegembiraan merupakan wujud nyata bahwa pendidikan adalah kerja bersama seluruh elemen.

“Pengalaman seperti ini menjadi jembatan antara sekolah dan masyarakat, membangun kedekatan dan saling memahami satu sama lain,” lanjutnya.


Malam pentas seni ini semakin semarak dengan adanya lomba paduan suara antar ranting PGRI. Peserta tampil memukau dengan ciri busana masing-masing, mulai dari batik PGRI hingga busana daerah motif Lewopenutung. Kelima ranting menampilkan dua lagu penilaian, yakni Mars PGRI sebagai lagu wajib serta Pai Mura Rame sebagai lagu pilihan. Para penampilan dinilai oleh tiga dewan juri yakni Markus Samo, Hendrik Hereng, dan Charles K. Manuk.

Tak hanya paduan suara, panggung juga dimeriahkan berbagai selingan yang menarik perhatian penonton. Di antaranya penampilan penari cilik India, Bernadete Rete, vokal grup ranting IV, pertunjukan Band Bisu “Wai Glarak” dari ranting III dan “Portugal” dari ranting II, Dolo Ratakae dari ranting IV, serta penampilan solo “Cotton Fields” oleh Jack Purek, guru SMPN 1 Nagawutung.

Melalui kegiatan ini, PGRI Kecamatan Nagawutung mempertegas bahwa seni dan budaya adalah bagian penting dalam pendidikan.

Keceriaan, kebersamaan, dan bangga akan identitas lokal mewarnai acara hingga akhir. Malam Pentas Seni ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara guru, sekolah, dan masyarakat demi mutu pendidikan yang semakin baik di Nagawutung. (Hans)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Kawasan Wisata Waijarang Dijadikan Tempat Buang Sampah Ilegal

“Dulu kawasan ini bersih dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Sekarang tiap malam ada yang datang membuang sampah se

| Jumat, 23 Oktober 2026
Total Luas Lahan Terbakar di Lembata Capai 2.372,24 Hektare hingga September 2026

Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus meliba

| Kamis, 22 Oktober 2026
KPH Lembata: Karhutla 2026 Diproyeksikan Lebih Luas, Ini Penyebabnya

Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus di

| Kamis, 22 Oktober 2026
KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 26