Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perkuat Peternak Ayam Lokal, Pemda Lembata Dan Bank NTT Gelar Pertemuan Teknis.

Langkah ini dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal,” kata Eghbert Balukh

Indonesiasurya
Jumat, 09 Januari 2026 | 14:16:57 WIB
Foto

Lembata -

Menindaklanjuti kesepakatan pembangunan dengan ekosistem pembiayaan bagi peternak ayam lokal Pemerntah Daerah Kabupaten Lembata bersama Bank NTT Cabang Lewoleba menggelar pertemuan teknis

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 19 Desember 2024 di kantor Bank NTT Lewoleba.

Rapat dipimpin Bupati Lembata P Kanisius Tuaq didampingi Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, serta Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba Eghbert E.D. Balukh. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, pemilik dapur MBG/SPBG, para peternak ayam, pengepul, serta penyuluh peternakan.

Asisten III Setda Lembata Berchamans Dai menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada pembahasan teknis pembiayaan bagi 10 peternak ayam sebagai tahap awal implementasi kesepakatan bersama. Dari total 11 poin kesepakatan yang telah dirumuskan sebelumnya, pertemuan ini diarahkan untuk memastikan kesiapan peternak dalam mengakses pembiayaan perbankan.

Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba Eghbert Balukh menyampaikan bahwa Bank NTT siap mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya pengembangan usaha ayam pedaging dengan skema dua periode pembiayaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi dari Direksi Bank NTT di Kupang atas komitmen dan terobosan yang dilakukan Bupati Lembata dalam mendorong pembangunan daerah.

“Direksi Bank NTT menilai langkah Bupati Lembata sebagai bentuk kepemimpinan progresif, mengingat beliau menjadi satu-satunya kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang secara langsung memaparkan program prioritas pembangunan daerah di Kantor Pusat Bank NTT. Langkah ini dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal,” kata Eghbert Balukh.

Terkait skema pembiayaan, Bank NTT menawarkan dua opsi, yakni, bagi peternak, melalui skema Kredit Mikro PoPeLa dengan plafon hingga Rp10 juta per peternak dan bagi off-taker atau pengepul, disediakan plafon pembiayaan antara Rp50 juta hingga Rp100 juta, sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Bank NTT juga mendorong penyusunan action plan dan timeline kerja yang jelas agar proses pemenuhan persyaratan dan realisasi pembiayaan dapat dipercepat, mengingat program ini ditargetkan segera berjalan pada awal tahun 2026

Dalam arahannya, Bupati Lembata Kanis Tuaq menegaskan pentingnya penerapan skema pembiayaan “Dua Periode” di mana peternak memperoleh akses kredit secara bertahap dengan pendampingan intensif. Skema ini dirancang agar peternak mampu membangun kapasitas usaha hingga akhirnya mandiri tanpa ketergantungan pada intervensi pemerintah.

Menurut Bupati, kehadiran pemerintah dalam program ini berperan sebagai pembuka jalan, terutama bagi masyarakat yang selama ini merasa ragu atau takut berurusan dengan lembaga perbankan.

Untuk memastikan keberlanjutan program dari hulu ke hilir, Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan empat pilar utama dalam ekosistem pembiayaan, yaitu, Pemerintah Daerah (Dinas Pertanian) sebagai fasilitator administrasi dan pendamping teknis di lapangan, Bank NTT sebagai penyedia permodalan usaha, Peternak, sebagai pelaku utama produksi, SPBG dan Pengepul sebagai penjamin pasar (off-taker) yang menyerap hasil produksi peternak.

Asisten III Setda Lembata Berchamans Dai menambahkan bahwa fokus pembinaan terhadap 10 peternak awal bertujuan memastikan mereka memenuhi standar yang ditetapkan oleh unit usaha pengelola, khususnya dalam menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan daging ayam di Kota Lewoleba.

Dengan dukungan action plan dan timeline kerja yang terukur, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat kemandirian peternak lokal di Kabupaten Lembata.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 33