Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pesta Perak Imamat Pater Patrisius Mudaj, Bupati Tuaq Ajak Gereja Jadi Pelita di Tengah Tantangan Zaman

Dalam sebuah dunia yang terus berubah, di tengah gempuran zaman modern yang sering kali melupakan nilai-nilai rohani, pesta perak ini menjadi oase spiritual dan pernyataan iman

Indonesiasurya
Kamis, 03 Juli 2025 | 21:17:58 WIB
Foto

Indonesiasurya.com Boto - Derai sukacita dan haru membanjiri Lapangan Bola Belabaja, Kecamatan Nagawutung, pada Selasa (1/7) sore, ketika umat berkumpul dalam perayaan iman yang langka dan istimewa, Pesta Perak 25 Tahun Imamat Pater Patrisius Breket Mudaj, SSCC.

Dibalut semangat persaudaraan dan syukur, umat Katolik dari dua stasi – Belabaja dan Labalimut, menyatu dalam sebuah misa akbar yang tak hanya merayakan kesetiaan seorang imam, tetapi juga menggemakan panggilan bersama untuk membangun Lembata yang manusiawi dan bermartabat.


Di hadapan altar yang sederhana namun penuh makna, Pater Pankrasius Kraeng, SSCC, sang Pimpinan Provinsial, memimpin misa kudus didampingi Yubilaris, Pater Patrisius sendiri, serta Romo Eman, Pr, Pastor Paroki Santu Yosef Boto.

Doa, nyanyian, dan kidung pujian membubung tinggi ke puncak gunung Labalekan, ke langit Nagawutung yang cerah seolah mengamini moto hidup Yubilaris: 'Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya.'

Tak dapat hadir secara langsung, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati, H. Muhammad Nasir, menyampaikan pesan hangat dan penuh makna lewat sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai.

Dalam nada tulus dan reflektif, Bupati mengungkapkan rasa hormat dan proficiat atas pengabdian Pater Patrisius yang telah menapaki jalan imamat selama seperempat abad.

“Atas nama seluruh masyarakat Lembata, saya menyampaikan proficiat kepada Pater Patrisius. Kami percaya, keputusan beliau menjadi imam adalah karena perjumpaan mendalam dengan Yesus. Dua puluh lima tahun bukan perjalanan mudah, tapi beliau menjalaninya dengan setia,” ungkap Bupati Tuaq.


Lebih dari sekadar ucapan selamat, Bupati menegaskan bahwa momentum ini adalah refleksi bersama. Bagi awam, pesta perak ini adalah undangan untuk menjadi pelita di tengah zaman, mewartakan Kristus dalam segala bidang baik pemerintahan, ekonomi, budaya, bahkan politik.

“Awam adalah agen pastoral. Mari kita tampilkan warna Kristiani dalam tugas dan pengabdian kita. Gereja dan Pemerintah harus bergandeng tangan mengurai persoalan zaman,” tegasnya.

Bupati juga menyentuh peran vital Gereja Katolik dalam pembangunan daerah. Ia mengajak para imam, biarawan-biarawati, serta umat untuk menjadi suara kenabian dan tangan penggerak perubahan, khususnya bagi generasi muda.

“Gereja bisa jadi ujung tombak pembangunan kesadaran masyarakat. Kita bangun Lembata dari hal-hal kecil yang berdampak nyata. Panggilan Pater Patrisius hendaknya menjadi inspirasi bagi anak muda Lembata,” lanjutnya.

Tak hanya misa, perayaan ini berubah menjadi festival iman dan budaya. Koordinator liturgi dari Stasi Labalimut menghadirkan koor luar biasa dengan harmonisasi merdu yang membuat umat hanyut dalam kekhidmatan.

Usai misa, pentas budaya berlangsung meriah, tarian adat, kronik nyanyian, dan puisi religius menyatu dalam satu alur yang menghormati panggilan luhur sang Yubilaris.

Dua MC handal, Yohanes Wai Asan dan Yoseph Enga Alior, memandu jalannya acara dengan apik, menghadirkan suasana pesta yang hidup namun tetap sakral.

Perayaan ini tidak semata mengenang masa lalu, tetapi juga menyalakan api harapan. Ketika seorang anak Belabaja menempuh jalan panggilan dan bertahan 25 tahun dalam kesetiaan, Lembata pun belajar bahwa kesetiaan bukan hal yang kuno, tetapi sesuatu yang menyelamatkan dan menumbuhkan.

“Terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang mempersembahkan anaknya untuk Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati seluruh karya pelayanan Pater Patrisius dan membangkitkan lebih banyak lagi panggilan suci di tanah ini,” tutup Bupati dalam sambutannya.

Dalam sebuah dunia yang terus berubah, di tengah gempuran zaman modern yang sering kali melupakan nilai-nilai rohani, pesta perak ini menjadi oase spiritual dan pernyataan iman kolektif bahwa panggilan suci masih hidup, bahwa pelayanan adalah jalan mulia, dan bahwa Lembata punya harapan, lewat tangan-tangan kecil yang setia melayani dalam diam. 


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4