Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Raup Keuntungan Dari Laut Lembata, PT. Cendana Indoperls Diduga, Tak Miliki Izin Operasi. Mungkinkah Ada Oknum Elite Terima Suap?

Pemkab Lembata mesti tegas. Pemerintah harus serius mengurus rakyat, bila tidak maka patut diduga, jangan-jangan ada oknum elit, di lingkungan Pemda Lembata yang menerima suap dari perusahan PT. Cendana Indoperls. ungkap Raya.

Indonesiasurya
Kamis, 18 Juli 2024 | 14:40:16 WIB
Ama Raya Praktisi buku. Advokat

Lewoleba,Indonesia Surya.Com - Keberadaan perusahan budidaya mutiara ditekuk hadakewa, mestinya mendapatkan perhatian serius karena laut merupakan ladang bagi sejumlah masyarakat Lembata, yang hidup sebagai nelayan. Jika investor yang mengembangkan usaha tanpa izin operasi yang jelas, mestinya pemerintah tegas jika tak ingin diduga atau disangka memelihara usaha ilegal untuk dapatkan upeti atau keuntungan.

"Kita minta Pemerintah Kabupaten Lembata, harus tegas menegakan aturan apalagi soal perizinan. Setiap investor harus patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku bila ingin berinvestasi di Kabupaten Lembata," ungkap Ama Raya Praktisi Hukum yang peduli Lingkungan

Ama Raya Dalam Rilisnya kepada media ini (17/7)2024) berharap Pemda Lembata berani lakukan terobosan, bila perlu tutup saja Perusahaan yang tidak memiliki izin yang lengkap, sehingga kabupaten Lembata tidak jadi ladang investor nakal.

Dijelaskan Pengacara muda ini bahwa, dalam sidang gugatan terhadap.PT.Cendana Indoperls di pengadilan negeri Lembata,(16/7/2024), PT.Cenada Indoperls yang ketika itu diminta hakim untuk tunjukan dokumen dan perizinan, tidak mampu ditunjukan, baik surat izin usaha, juga petikan akta dari Depkumham sehingga boleh dikatakan PT.Cendana tidak miliki izin perusahan ungkap Ama Raya.

Lebih jauh Ama Raya menjelaskan, perusahan mutiara ini sudah beroperasi  di wilayah hukum Pemda Lembata sejak 2010 namun, kita seakan tidak mengetahui keberadaannya. Ada apa ini ? Hal ini jika di biarkan semakin lama maka, bukan tidak mungkin kedepan masyarakat sekitar lokasi perusahaan akan merasakan dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa sebab ekosistem laut disekitar terkontaminasi  limbah perusahaan, padahal laut adalah mata pencaharian masyarakat kita.

Pemkab Lembata mesti tegas. Pemerintah harus serius mengurus rakyat,  bila tidak maka patut diduga, jangan-jangan ada oknum elit, di lingkungan Pemda Lembata yang menerima suap dari perusahan PT. Cendana Indoperls. ungkap Raya.

Lembata butuh investasi tapi kemudian pemerintah harus jeli melihat apakah investor yang datang memiliki legalitas yang jelas atau hanya sebagian dokumen saja atau tidak lengkap?

Bagi Raya kehadiran investor akan menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD), yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan khalayak umum. selain itu dokumen perusahan harus dilengkapi sehingga jika ada hal negatif terjadi maka kita tahu siapa yang bertangungjawab.

Sementara itu pihak PT.Cendana Indoperls, melalui Harus yang dihubungi melalui sambungan seluler (wa) mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar lembata.

"sorry saya lagi diluar" tulisan haris membalas wa awak media.

kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan lewat Whatsup pun, Haris berkilah bahwa dirinya tengah rapat.

"sorry masih sedang rapat" 

sikap PT.Cendana Indoperls ini mengundang tanya, jangan-jangan benar PT Cendana Indoperls tidak kantongi izin operasi maupun dokumen perusahaan lainnya sehingga pihak perusahan berupaya menghindar? 

Jika benar tak kantongi izin operasi lantas siapa yang membackup perusahaan Budidaya mutiara tersebut hingga belasan tahun berada di Lembata dengan begitu nyaman?


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11