Indonesiasurya.com || Lembata - Tudingan anggota dprd Lembata bahwa Pemda gunakan anggaran sebesar 2.6 miliar untuk surat menyurat secara tegas dibantah oleh sekretaris daerah kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapibali.
Melalui pesan singkat whatsup Sekda menjelaskan bahwa, nomenklaturnya adalah penyediaan jasa urusan pemerintah daerah jika di simak secara baik dalam rincian anggaran akan terbaca jelas disitu anggaran yang ada untuk apa.
Kami kalau membaca anggaran selalu melihat lebih jauh sampai ke uraian rincian belanjanya. Hal ini agar kita tidak terjebak dalam perspektif PAGU,. Kulit luar lihatnya GEDE, tapi, coba didalami sampai digit keenam, pasti menjadi jelas Urai Sekda Tapobali.
Ia menambahkan, Anggaran itu disediakan untuk gaji PPPK dan juga tenaga Outsourcing jadi bukan untuk beli ATK demikian banyak
Senada dengan itu kepala BKAD Lembata, Lukman Suksin kepada Indonesiasurya.com menjelaskan bahwa, Pagu anggaran di BKAD Sebesar Rp.1.341.011.500 untuk membiayai Honor KSO/PPNPNS dan Gaji P3K Paruh Waktu sebesar Rp.1.323.000.000 dan Biaya Penunjang kegiatan (Atk dll) Rp.18.011.500
Sementara Pagu Anggaran di SETDA Rp.1.373.174.800 untuk membiayai Honor KSO/PPNPNS/ Outsourcing sebesar Rp.1.370.920.000 dan biaya pendukung kegiatan(Atk dll) Rp.2.254.800
Lukman Suksin jika dibaca angka itu dianggarkan pada Program penunjang Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten dengan Kegiatan Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintah Daerah