Nagawutung, Lembata — Komitmen memperkuat sektor pendidikan di Nusa Tenggara Timur kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja dan penjaringan aspirasi Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur ke SMAN 1 Nagawutung, Senin (19/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Guru ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan para pendidik dalam menyuarakan kebutuhan riil satuan pendidikan di wilayah ujung barat Kabupaten Lembata.
Rombongan DPRD NTT dipimpin oleh Patrianus Lali Woli, S.Pt., M.M., Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT (Fraksi PDI Perjuangan), didampingi Viktor Mado Watun, S.H., M.Hum., Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT (Fraksi PDI Perjuangan). Turut hadir Florentinus Kia Ola Pukan, Anggota DPRD Kabupaten Lembata Daerah Pemilihan Lembata IV (PDI Perjuangan) serta Yakob Nomleni, Staf Sekretariat DPRD Provinsi NTT. Pertemuan diikuti segenap pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) SMAN 1 Nagawutung, dengan pewara Thomas K. Swalar, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.
Dalam sambutan pembuka, Daniel Dengi, S.Pd., Plh. Kepala SMAN 1 Nagawutung sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran DPRD NTT merupakan momentum strategis untuk menyampaikan aspirasi sekolah sebagai unit kerja di bawah Pemerintah Provinsi NTT, khususnya terkait penguatan layanan pendidikan dan kesejahteraan PTK.
Nada syukur dan harapan juga disampaikan Florentinus Kia Ola Pukan, Anggota DPRD Kabupaten Lembata. Ia menyebut perjumpaan dengan para guru dan tenaga kependidikan sebagai sebuah anugerah, seraya berharap aspirasi SMAN 1 Nagawutung dapat tersampaikan secara utuh dan diperjuangkan kepada para anggota DPRD Provinsi NTT yang hadir.
Sementara itu, Patrianus Lali Woli, S.Pt., M.M., Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT, dalam arahannya menekankan bahwa kunjungan ke Lembata merupakan kunjungan perdananya setelah terpilih sebagai anggota DPRD NTT dari Daerah Pemilihan NTT V. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya bersama Viktor Mado Watun bertujuan melihat langsung kondisi lapangan serta menjemput aspirasi spesifik, terutama terkait persoalan pendidikan, ekologi, dan dinamika kemasyarakatan.
Dalam paparannya, Patrianus menggarisbawahi sejumlah poin krusial. Pertama, pentingnya kepastian sertifikat tanah sekolah sebagai prasyarat utama peningkatan dan pengembangan fasilitas pendidikan. Kedua, terbukanya akses PIP Aspirasi dari DPR RI yang menuntut sekolah lebih proaktif membangun komunikasi dengan pihak-pihak pengampu program. Ketiga, peran strategis operator sekolah sebagai pengelola utama data dan informasi sekolah, baik di ruang digital maupun administratif.
Senada dengan itu, Viktor Mado Watun, S.H., M.Hum., Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT, menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam konteks NTT yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri. Ia juga menekankan urgensi kepemilikan sertifikat tanah serta penyusunan master plan sekolah yang komprehensif dan berkelanjutan. Terkait PTK, Viktor berharap pendataan administrasi dilakukan secara tertib dan akurat agar mempermudah proses yang bersentuhan dengan tunjangan serta peningkatan kesejahteraan ke depan.
Usai sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta penjaringan aspirasi dari para guru dan tenaga kependidikan. Berbagai masukan disampaikan, mencerminkan harapan akan perhatian yang lebih konkret terhadap mutu pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah pinggiran.
Kunjungan yang berlangsung singkat namun bermakna ini ditutup dengan harapan bersama agar sinergi antara sekolah dan DPRD terus terjalin, demi pengembangan pendidikan serta terwujudnya generasi emas dari SMAN 1 Nagawutung dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Report: Hans/Humas SMANSA Naga