Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Stunting di Kota Kupang, Tantangan Serius yang Harus Diakhiri Bersama

Penulis : Angela Wilyuni Fore Seran Program Studi : Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 21:54:28 WIB
Foto

INDONESIASURYA.COM - Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan terbesar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Meski pemerintah pusat dan daerah telah menjalankan berbagai program percepatan penurunan stunting, kenyataannya angka kasus ini belum menurun secara signifikan. Masalah stunting tidak hanya soal tubuh anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi juga terkait kualitas sumber daya manusia NTT di masa depan. Jika tidak ditangani secara serius, stunting dapat menghambat perkembangan generasi yang kelak menjadi penggerak pembangunan daerah.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya stunting di Kupang adalah masih terbatasnya pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan ibu-anak. Banyak keluarga yang belum memahami pentingnya asupan bergizi pada seribu hari pertama kehidupan anak. Konsumsi makanan bergizi sering kali terhambat oleh kondisi ekonomi, tetapi tidak jarang pula disebabkan oleh minimnya edukasi. Makanan lokal sebenarnya sangat potensial seperti ikan, sayuran, dan umbi-umbian namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Di samping itu, akses terhadap layanan kesehatan yang merata juga menjadi tantangan. Beberapa wilayah pinggiran Kota Kupang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Pemeriksaan kehamilan, edukasi gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak belum dilakukan secara konsisten. Ketika layanan dasar tidak terpenuhi, maka kemungkinan terjadinya stunting akan semakin besar.

Penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Masalah ini membutuhkan kolaborasi penuh antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Edukasi gizi harus diperkuat mulai dari tingkat kelurahan, posyandu, hingga sekolah. Program bantuan pangan perlu diarahkan agar lebih tepat sasaran, sementara pemanfaatan pangan lokal harus digalakkan melalui kampanye kreatif yang mudah dipahami masyarakat.

Kota Kupang sejatinya memiliki potensi besar untuk menekan angka stunting. Ketersediaan pangan laut melimpah, aktivitas posyandu cukup aktif, dan masyarakat memiliki budaya gotong royong yang kuat. Potensi ini akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh pihak bersedia bekerja bersama. Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi masalah masa depan. Generasi NTT berhak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif agar dapat memajukan daerahnya sendiri.

Jika kita ingin melihat Kupang lebih maju dalam 10–20 tahun ke depan, maka hal pertama yang harus dituntaskan adalah stunting. Investasi terbesar suatu daerah bukanlah pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia. Dan pembangunan manusia dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh tanpa stunting. Kupang mampu berubah asal ada kemauan kolektif untuk peduli.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4