Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bolehkah Debt Collector Kendaran di Jalan? Ini Berikut Penjelasan Hukum Yang Patut Diketahui Publik

penagihan juga harus dilakukan dengan cara yang sopan, tidak mengganggu ketertiban umum, serta tidak boleh dilakukan di tempat yang berpotensi mempermalukan debitur

Indonesiasurya
Rabu, 15 April 2026 | 23:42:18 WIB
Foto

Aksi penarikan kendaraan bermotor oleh debt collector di jalan kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tidak sedikit pengendara yang mengaku dihentikan secara tiba-tiba, lalu diminta menyerahkan kendaraan karena tunggakan kredit.

Namun, apakah tindakan tersebut sebenarnya diperbolehkan secara hukum di Indonesia?
Penarikan Kendaraan Tidak Bisa Sembarangan

Secara prinsip, penarikan motor atau mobil oleh pihak leasing melalui debt collector tidak dapat dilakukan secara sewenang-wenang di jalan. Dalam praktiknya, penarikan kendaraan yang masih dalam status kredit wajib mengikuti prosedur hukum yang jelas.

Berdasarkan aturan fidusia, kendaraan yang masih dalam masa cicilan tetap menjadi milik debitur secara penguasaan, sementara kepemilikan administratif dapat berada pada lembaga pembiayaan. Namun, penarikan tidak bisa dilakukan tanpa prosedur eksekusi yang sah
Harus Ada Sertifikat Fidusia dan Proses Resmi
Ahli hukum pembiayaan menjelaskan bahwa perusahaan leasing yang ingin menarik kendaraan wajib memiliki sertifikat jaminan fidusia. Tanpa dokumen tersebut, proses eksekusi tidak memiliki kekuatan hukum di lapangan.

“Penarikan kendaraan tidak boleh dilakukan secara paksa di jalan tanpa prosedur yang sah. Harus ada dasar hukum dan biasanya melalui mekanisme pengadilan atau kesepakatan penyerahan,” ujar seorang praktisi hukum pembiayaan.

Artinya, debt collector tidak memiliki kewenangan mutlak untuk menarik kendaraan secara langsung tanpa prosedur resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aturan OJK Perketat Praktik Penagihan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur secara ketat aktivitas penagihan oleh pihak ketiga. Dalam aturan tersebut, debt collector wajib bersertifikat, tidak boleh menggunakan kekerasan, intimidasi, maupun tindakan yang merugikan konsumen.

Selain itu, penagihan juga harus dilakukan dengan cara yang sopan, tidak mengganggu ketertiban umum, serta tidak boleh dilakukan di tempat yang berpotensi mempermalukan debitur, seperti di jalan raya secara paksa.

Masyarakat Berhak Menolak Penarikan Ilegal
Jika penarikan dilakukan tanpa prosedur hukum yang jelas, masyarakat berhak menolak. Konsumen juga dapat meminta bukti legalitas petugas, termasuk surat tugas, sertifikat fidusia, dan dokumen resmi dari perusahaan pembiayaan
Jika terjadi pemaksaan, masyarakat dapat melaporkannya ke pihak kepolisian atau OJK untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Debt collector tidak serta-merta boleh menarik kendaraan di jalan tanpa dasar hukum yang sah. Proses penarikan harus mengikuti aturan fidusia, melibatkan prosedur resmi, serta tunduk pada regulasi OJK.

Masyarakat pun memiliki perlindungan hukum jika menghadapi praktik penagihan yang tidak sesuai aturan.

Dengan memahami aturan ini, diharapkan masyarakat lebih waspada sekaligus mengetahui hak-haknya sebagai konsumen pembiayaan kendaraan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Peduli Lansia, Dinas Kesehatan Gelar HLUN Ke 30 tahun 2026, Di Lewoleba.

Kita ingin Lansia tetap di hargai dalam kehidupan sosial karena, kenikmatan yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari

| Jumat, 29 Mei 2026
Bank NTT Cabang Lembata Di duga "Rampok" Nasabah

"tiba-tiba, tanpa sepengatahuan saya, pada tahun 2019 muncul kredit tindis baru Rp230 juta. Itu tidak rasional. Saya sen

| Jumat, 29 Mei 2026
Sambut Milad ke - 60, KAHMI Makassar Gelar Baksos dan Tabligh Akbar di Pangkep

Sekretaris Umum MD KAHMI Makassar, Andi Sri Hastuti Sultan, mengatakan sejumlah layanan kesehatan gratis akan dihadirkan

| Kamis, 28 Mei 2026
LMA Tehit Kabupaten Sorong Selatan Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Altius Thesia juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah, terutama Ast

| Kamis, 28 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6