Kupang, indonesiasurya.com — Perayaan Hari Valentine tahun ini menjadi momen yang penuh makna bagi keluarga besar Arisan Asmara Tofa. Tepat pada Jumat, 14 Februari 2026, kelompok arisan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Tofa ini merayakan hari jadinya bersamaan dengan Hari Kasih Sayang melalui sebuah pertemuan kebersamaan yang berlangsung hangat di rumah keluarga almarhum Bapak Lukas Lehan, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Sejak pagi hari, suasana kekeluargaan sudah terasa di lokasi kegiatan. Seluruh anggota arisan hadir lengkap bersama pasangan suami istri dan anak-anak. Kehadiran lintas generasi tersebut mencerminkan bahwa Arisan Asmara Tofa bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah keluarga besar yang saling menopang dan menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan dan perlindungan-Nya sepanjang perjalanan kebersamaan kelompok ini. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi fondasi spiritual yang meneguhkan kembali ikatan persaudaraan di antara seluruh anggota arisan.
Arisan Asmara Tofa memiliki sejarah panjang yang sarat makna. Kelompok ini bermula dari pertemuan pertama pada 8 Februari 2009 yang berlangsung di rumah Bapak Yan Sani. Beberapa hari kemudian, tepat pada 14 Februari 2009, bertepatan dengan Hari Valentine, Arisan Asmara Tofa secara resmi terbentuk dengan jumlah anggota awal sebanyak 45 kepala keluarga. Sejak awal berdiri, semangat persaudaraan, kekeluargaan, dan saling peduli telah menjadi fondasi utama yang mengikat seluruh anggota.
Dalam perjalanan waktu, dinamika kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pandangan, kesibukan masing-masing anggota, hingga berbagai persoalan hidup sempat menguji soliditas kelompok ini. Namun berkat keteladanan, nasihat, serta doa Bapak Yan Sani sebagai sesepuh, benih persaudaraan yang telah ditanam sejak awal tetap terpelihara. Arisan Asmara Tofa pun mampu bertahan dan terus eksis hingga kini, menapaki usia yang semakin matang.
Ketua Kelompok Arisan Asmara Tofa, Bapak Mikael Magnus, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjalanan kebersamaan yang telah dilalui selama ini. Ia menegaskan bahwa Arisan Asmara Tofa memiliki identitas dan ciri khas yang kuat, yang terinspirasi dari nilai-nilai St. Matias Rasul Tofa, yang selama ini menjadi warna dasar sekaligus roh kebersamaan kelompok.
“Arisan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi sebuah kesatuan yang utuh,” ujar Bapak Mikhael. Ia kemudian menegaskan filosofi yang menjadi pegangan kelompok, yakni Unum Corpus sebagai kebersamaan secara fisik dan komunitas, Unus Spiritus sebagai kesatuan semangat dan nilai, serta Una Spes sebagai tujuan dan harapan yang sama.
Filosofi tersebut, lanjutnya, menjadi penuntun agar setiap anggota, termasuk mereka yang kelak bergabung sebagai anggota baru, tetap menjaga dan mewarnai ciri khas Arisan Asmara Tofa. Kebersamaan dibangun tidak hanya dalam suasana suka dan perayaan, tetapi juga dalam masa-masa sulit. Ketika duka hadir di salah satu keluarga anggota, seluruh anggota arisan hadir sebagai keluarga inti yang saling menguatkan dan menanggung beban bersama.
Rangkaian acara perayaan hari jadi berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Setelah ibadah syukur, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Valentine Day, arisan bersama, resepsi kekeluargaan, tukar kado, serta rekreasi bersama. Alunan musik khas Maumere turut menghidupkan suasana, menghadirkan tawa, canda, serta kenangan kebersamaan yang mengikat lintas generasi.
Penasehat Arisan Asmara Tofa, Bapak Barthol Badar, S.H. M.M, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kelompok yang telah memasuki usia 25 tahun. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, merawat kebersamaan, serta menata kehidupan sosial dengan tutur kata dan sikap yang menyejukkan.
Perayaan hari jadi yang bertepatan dengan Hari Valentine ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak hanya dirayakan dalam relasi personal, tetapi juga diwujudkan dalam ikatan sosial yang tulus dan setia. Selama seperempat abad, Arisan Asmara Tofa telah membuktikan bahwa kebersamaan yang dirawat dengan doa, nilai, dan ketulusan mampu bertahan melampaui waktu, menjadi ruang persaudaraan yang hidup dalam suka dan duka (Asamara Megu Poi). (*)