Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tiga Terduga Pencuri di Deppasawi Dalam Dilepas Setelah Bayar? Polisi Bilang Bukan Suap, Masyarakat Bingung Seperti Biasa

Informasi itu datang dari seorang warga yang mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan. Alasannya sederhana: “Saya bukan superhero, saya butuh hidup tenang.”

Indonesiasurya
Kamis, 11 Desember 2025 | 20:26:39 WIB
Foto

INDONESIASURYA.COM || MAKASSAR — Kabar dugaan “tangkap lepas”—tradisi turun-temurun yang sering muncul bersamaan dengan berita musim hujan—kembali mampir di wilayah Polsek Tamalate. Tiga terduga pelaku pencurian di Deppasawi Dalam disebut-sebut bebas setelah “membayar sesuatu”, sebuah istilah yang di masyarakat biasanya diterjemahkan bebas sebagai: ehm… Anda tahulah.

Informasi itu datang dari seorang warga yang mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan. Alasannya sederhana: “Saya bukan superhero, saya butuh hidup tenang.”

Ia mengatakan tiga orang berinisial FR, FK, dan NS sempat diamankan pada Kamis malam (03/12/2025) oleh tim Resmob Polsek Tamalate. Namun secara ajaib—mungkin karena musim liburan—ketiganya sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Sudah lepas mi pencuri di rumahnya Kak Dewa… FR, FK, dan NS,” katanya, Kamis dini hari (05/12/2025). Suaranya, menurut koresponden kami, terdengar seperti perpaduan antara heran dan sudah-maklum.

Lalu muncul angka Rp2 juta—angka yang entah kenapa selalu hadir di isu-isu seperti ini. Namun sang sumber belum bisa memastikan apakah itu tarif per kepala atau paket bundling tiga orang sekaligus.

“Infonya Rp2 juta… tapi saya belum tanya apakah untuk tiga orang atau satu,” ujarnya, mencoba tetap objektif di tengah gosip yang sudah membumbung.

Investigasi matanusantara.co.id memastikan bahwa penangkapan memang terjadi. Korbannya warga RT 05/RW 05 yang merasa rumahnya sudah terlalu sering didatangi maling, sampai-sampai ia mungkin layak mengajukan customer loyalty card untuk para pelaku.

Kapolsek Tamalate, Kompol Muh Tamrin, awalnya membenarkan penangkapan itu. “Pelaku pencurian sudah ditangkap tadi malam dek,” jawabnya singkat.

Dalam bahasa polisi, “singkat” biasanya berarti: jangan tanya lebih jauh dulu.

Media ini kemudian menambahkan detail bahwa yang diamankan bukan hanya pelaku utama, tapi juga terduga penadah dan seseorang yang ikut memasarkan barang curian—sebuah rantai distribusi kecil-kecilan yang bekerja lebih rapi daripada beberapa UMKM.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate, AKP Anwar, memastikan bahwa para terduga pelaku sebelumnya sudah diserahkan ke penyidik. “Pelaku utama mengakui perbuatannya,” kata beliau, tampak yakin semuanya berjalan sesuai SOP.

Namun soal kabar pelepasan, Kapolsek memberikan penjelasan yang membuat publik makin mengerutkan dahi. “Kalau memang diduga tangkap lepas, ada kemungkinan pelaku dan korban sudah didamaikan… lebih jelasnya ke Kanit Reskrim,” katanya.

Dan benar saja: Kanit Reskrim kemudian mengungkapkan bahwa ketiganya memang dilepas, namun alasannya bukan seperti gosip yang beredar. Versi resmi polisi: penggunaan mekanisme Restorative Justice alias RJ.

“Tiga orang itu sudah dilepas karena korban mencabut laporan. Pelaku dan korban temannya juga, maka diambil mekanisme RJ,” jelas Anwar.

Terkait dugaan adanya uang Rp2 juta yang katanya mengalir, Anwar menepis tegas. Menurutnya, tudingan itu murni gosip level grup WhatsApp keluarga.

“Tidak benar. Kami tidak pernah meminta. Pelaku sudah tiga hari di sini, barulah korban mencabut laporan,” tegasnya.

Di pihak warga, reaksi masih bercabang dua:

Ada yang percaya proses hukum berjalan sesuai jalur, ada pula yang mengangkat alis setinggi tiang bendera sambil berkata, “Hmm… begitu ya.”

Satu hal pasti: ketika isu “tangkap lepas” muncul, masyarakat otomatis berubah jadi detektif dadakan, sementara polisi harus bekerja ekstra keras membangun simpati lewat transparansi.

Karena pada akhirnya, publik hanya ingin satu hal: kalau memang Restorative Justice, ya jelaskan terang benderang. Kalau bukan, jangan sampai warga merasa cara tercepat keluar dari kantor polisi adalah tombol “bayar untuk melanjutkan”(red)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8