Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG pada tanggal 9 - 15 Desember 2025, dua bibit siklon tropis dan potensi Low Pressure Area (LPA) memicu peningkatan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa wilayah diperkirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang berpotensi menimbulkan banjir, genangan, dan longsor. Dua bibit siklon tropis (93W di Filipina dan 91S di Samudra Hindia barat Lampung) memengaruhi dinamika atmosfer Indonesia, hujan sedang–sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatera, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
NTT menjadi salah satu yang terdampak badai tersebut, Hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur sejak awal Desember meningkatkan risiko terjadinya banjir dan tanah longsor ini sangat mengkhawatirkan warga terutama yang tinggal di daerah gunung atau di dekat sungai atau laut.
Menurut BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Yohanes L. Ndoen, menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Kupang dan kupang sepanjang bulan Desember.
“Hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor,” jelas Yohanes.
Banyak masyarakat yang kesulitan untuk bekerja karena curah hujan yang terus menerus. Bahkan di beberapa tempat yang datar genangan air bisa sampai masuk kerumah dan bisa sampai setinggi lutut.
“Di kelapa lima dan Kuanino itu genangang air akibat hujan sangat parah karena mengalir dari atas kan ke tempat yang bawah,itu bisa sampai ke lutut bahkan bisa sampai masuk ke dalam ruko atau toko.”ujar salah satu warga
Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan bersama, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap sigap menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan kesiapsiagaan yang baik, potensi cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan genangan, banjir, atau longsor dapat diantisipasi sehingga aktivitas harian dan kelancaran transportasi tetap terjaga. “Dikutip dari BMKG GO.ID”