Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dari Suka Jadi Luka: Fenomena Cyberbullying antar Masyarakat Manggarai di Tiktok

Oleh ; Fina Dahat Mahasiswi Ilmu komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Senin, 27 Oktober 2025 | 10:38:11 WIB
Ilustrasi

Beberapa hari terakhir ini alogaritma Tiktok saya atau yang biasa disebut fyp (for you page) dipenuhi dengan konten menarik dari orang Manggarai yang viral. Tapi, tidak semua menyenangkan.

Di balik tawa dan komentar lucu, ada pula ejekan, sindiran, hujatan, bahkan penghinaan hingga caci maki anatar sesama orang Manggarai sendiri. Contohnya pada salah satu konten orang Manggarai yang membuat konten reaksi kepada video rap dari penyanyi Hip-hop asal Manggarai.

Ruang hiburan yaitu Tiktok menjadi populer di kalangan masyarakat Manggarai. Kreator-kreator membuat konten lucu dengan logat atau kebiasaan khas daerah. Di balik humor itu, sering kali muncul komentar saling ejek atau dalam bahasa Manggarai “mbecik”.

Awalnya mungkin dianggap lucu, tapi semakin lama itu berubah menjadi cyberbullying: komentar kasar, merendahkan, bahkan hingga menyerang fisik atau keluarga seseorang.
Maknanya, masyarakat batas antara bercanda dan menghina, lalu bersembunyi di balik kata “resiko unggah di media sosial”.
Merasa punya dalih besar untuk memberi komentar jahat.

Rendahnya literasi digital dan etika komunikasi, Sebagian pengguna media sosial belum bahkan tidak memahami etika komunikasi digital, yaitu bagaimana cara menyampaikan pendapat tanpa merugikan atau melukai orang lain.

Menurut Johannesen (1996), setiap tindakan komunikasi  adalah sebuah keputusan moral. Yang berarti, ketika seseorang menulis komentar negatif, ia telah memilih untuk melanggar nilai moral seperti kejujuran, empati, dan rasa.

Orang yang berani untuk berkomentar negatif hingga penghinaan terhadap seseorang di ruang publik sebenarnya sedang merendahkan kehormatan dirinya sendiri.

Cyberbullying tidak hanya melukai individu, tapi juga menciptakan perpecahan sosial.

Ketika orang Manggarai menjatuhkan sesamanya di ruang publik, hal itu membuat citra budaya Manggarai jadi buruk di mata orang luar, seolah-olah masyarakat Manggarai tidak rukun dan senang menghina sesama. Padahal, budaya Manggarai dikenal menjunjung tinggi “Tuka Agu Curup” yang artinya persaudaraan dan kebersamaan. Berarti perilaku negatif di dunia digital bertolak belakang dengan nilai budaya dan adat yang begitu kental di Manggarai.

Untuk mengatasi fenomena ini, perlu edukasi lebih lanjut tentang etika komunikasi di media sosial. Para pengguna Tiktok harap belajar berkomunikasi yang baik dengan empati dan tanggung jawab sosial.

Sebelum mengunggah atau mengomentari sesuatu, sebaiknya bertanya kepada diri sendiri, apakah kata-kata ini bisa memotivasi atau justru melukai? Karena hal yang menurut kita baik dan mendukung bisa menjadi kesedihan dan luka bagi orang yang dituju.

Media sosial adalah tempat yang harusnya menjadi ruang mempererat bukan memecah


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Keuskupan Agung Ende Gugat Penetapan Flores Sebagai Pulau Panas Bumi

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Integritas Keuskupan Agung Ende, Tigor Naingolang, menjelaskan ketiga kebijakan in

| Senin, 19 Oktober 2026
PERPAMSI NTT Dorong Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum

Dalam pemaparannya bertajuk “Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum di NTT”, Olahara menyampaikan ra

| Sabtu, 17 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8