Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Miras di Kalangan Mahasiswa NTT; Budaya atau Krisis Kesadaran?

Oleh: Bertolomeus M.A Gesiradja Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Senin, 27 Oktober 2025 | 10:19:06 WIB
Foto

Fenomena konsumsi minuman keras atau yang lebih dikenal dengan istilah miras di kalangan mahasiswa Nusa Tenggara Timur bukan lagi hal asing. Dari pesta kecil di kos hingga acara di  lingkungan kampus, miras sering dianggap sebagai sebuah bahan pelengkap kebersamaan.

Banyak yang beralasan bahwa minum hanyalah bentuk solidaritas, cara melepas penat, atau bahkan bagian dari budaya lokal yang sulit dihindari. Namun, di balik alasan itu, tersembunyi masalah serius yang perlu disoroti, khususnya pada lingkungan mahasiswa dan perguruan tinggi.

Mungkin di beberapa daerah di NTT, miras menjadi salah satu alat budaya dan menghargai apa yang telah leluhur wariskan. Tradisi seperti sopi maupun arak lokal kerap hadir dalam acara adat sebagai simbol persaudaraan. Akan tetapi, ketika nilai budaya itu bergeser ke gaya hidup konsumtif mahasiswa yang jauh dari adat turun temurun, di situlah masalah bermula.

Miras tidak lagi menjadi simbol kebersamaan, tetapi pelarian dari stres, kesepian, atau sekadar agar ingin diterima oleh lingkungan sosial.

Kita dapat melihat beberapa dampak negatif yang sudah jelas dan nampak dalam lingkungan mahasiswa. Dapat dikatatan, miras mampu membuat menurunnya prestasi akademik, meningkatnya tindak kekerasan, kecelakaan, bahkan kasus kriminalitas yang sering muncul setelah minuman keras tersebut dikonsumsi. Tetapi, sebagian mahasiswa masih saja memandang konsumsi miras sebagai hal yang biasa saja dan bukan menjadi suatu pelanggaran moral.

Konsumsi miras di kalangan mahasiswa NTT bukan sekadar persoalan gaya hidup, tetapi cermin dari krisis kesadaran dan arah generasi muda. Jika tidak segera disikapi, maka masa depan yang seharusnya cerah akan tergerus oleh kebiasaan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat. Mungkin sebagian mahasiswa yang aktif mengkonsumsi miras merasa hal ini tidak memiliki pengaruh apa-apa bagi kehidupan mereka. Namun, sebaiknya kita cepat mencegah hal tersebut aagar tidak terus terjadi.

Upaya pencegahan dini memang sangat perlu dilakukan baik itu dari pihak perguruan tinggi itu sendiri maupun edukasi dari pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil bagian dalam hal ini. Mencegah mahasiswa yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk mengurangi konsumsi minuman keras jenis apapun itu. Tetapi sebagai mahasiswa, mereka juga perlu menyadari bahwa kebebasan sejati bukan diukur dari seberapa banyak seseorang mampu minum, tetapi dari kemampuan mengendalikan diri dan berpikir kritis terhadap tekanan lingkungan.

Banyak mahasiswa di Nusa Tenggara Timur yang datang jauh dari daerah-daerah tertentu ke ibukota provinsi misalnya untuk berkuliah. Awalnya mungkin mereka tidak aktif mengkonsumsi minuman keras tersebut karena adanya batasan dan rasa takut terhadap orangtua. Tetapi ketika jauh dari orangtua dan sama sekali tidak ada kontrol perihal perilaku dan pergaulan mereka, maka mencoba hal-hal baru menjadi sesuatu yang dispesialkan.

Miras, adalah salah satu yang spesial bagi mereka yang belum pernah mencobanya.
Ini mungkin menimbulkan apakah krisis kesadaran memengaruhi individu itu sendiri. Jika ya, seharusnya sudah sadar bahwa mengkonsumsi miras itu tidak baik untuk. Namun jika tidak, maka kesadaran tersebut telah berubah menjadi sesuatu yang perlahan-perlahan diabaikan dan mahasiswa itu tetap menganggap miras sebagai sesuatu yang ‘biasa saja’.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Hama kutu putih serang tanaman di Lembata, dinas pertanian gerak cepat antisipasi penyebaran.

PLT kadis pertanian, Ade Hasan Yusuf kepada media ini melalui pesan singkat wa menulis, terkait serangan hama kutu putih

| Sabtu, 05 September 2026
Lima mobil operasional BPBD Lembata rusak, Siapa makan Anggaran perbaikan?

Kalau ada anggaran yang dikeluarkan tapi kendaraan belum juga bisa beroperasi, orang bisa berpersepsi jangan-jangan u

| Sabtu, 05 September 2026
Warga kota Lewoleba dukung wacana hadirnya Alfamart dan indomart di Lembata

Cristina Ischar Ladjar warga kota Lewoleba kepada media ini mengatakan bahwa dirinya mendukung kehadiran Alfamart dan In

| Sabtu, 05 September 2026
Dua Pelajar Diduga Curi HP Milik Siswa Saat Perkemahan, Polres Soppeng Bergerak Cepat

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp5 juta. Selanjutnya, kejadian tersebut

| Sabtu, 05 September 2026
Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Semangat Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Kapolres Kolaka Dorong Penegakan Hukum yang Humanis dan Berintegritas

Sinergi antara Polri dan Kejaksaan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, trans

| Kamis, 03 September 2026
PMKRI Sambangi Penyintas Gempa Flores di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga

Pendataan dan dokumentasi yang kami lakukan hari ini akan menjadi basis advokasi mendesak. Kami akan terus mendesak peme

| Kamis, 03 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6