Kupang, — Persaingan menuju kursi Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) periode 2026–2030 resmi dimulai. Senat kampus menetapkan empat bakal calon dalam rapat senat yang berlangsung Senin (4/5/2026), sekaligus membuka tahap penyaringan dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi tersebut.
Rapat yang digelar di Gedung Community Centre Politani Kupang itu dipimpin Ketua Senat Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribus, dengan agenda utama penyampaian hasil verifikasi berkas oleh panitia serta penetapan kandidat yang memenuhi syarat administrasi.
Suasana rapat yang terekam pada dokumentasi menunjukkan keterlibatan aktif anggota senat dalam proses pengambilan keputusan.
Empat nama yang ditetapkan sebagai bakal calon Direktur Politani Kupang adalah Melinda R.S. Moata, S.P., M.Sc., Ph.D (Nomor Urut 1), Micha Snoverson Ratu Rihi, S.P., M.Si (Nomor Urut 2), Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc (Nomor Urut 3), dan Prof. Catootjie L. Nalle, Ph.D (Nomor Urut 4).
Keempatnya dinyatakan lolos tahap penjaringan setelah melalui proses verifikasi administrasi secara menyeluruh.
Dengan penetapan ini, proses pemilihan kini memasuki tahap penyaringan. Pada fase ini, para kandidat akan diuji lebih lanjut untuk menentukan siapa yang layak melaju ke tahapan berikutnya.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada kapasitas kepemimpinan, visi strategis, serta kemampuan dalam menjawab tantangan pengembangan institusi.
Dalam dokumen berita acara disebutkan bahwa seluruh tahapan penjaringan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan dinyatakan sah. Hal ini menegaskan komitmen Politani Kupang dalam menjaga proses pemilihan yang transparan dan akuntabel.
Posisi Direktur Politani Kupang sendiri memiliki peran penting dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi pertanian, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Kepemimpinan yang akan datang diharapkan mampu memperkuat kualitas lulusan, meningkatkan kolaborasi dengan dunia industri, serta menjawab kebutuhan pembangunan sektor pertanian berbasis inovasi.
Hasil penetapan bakal calon ini selanjutnya akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari mekanisme resmi.
Sementara itu, tahap penyaringan yang akan segera berlangsung menjadi penentu awal dalam proses panjang menuju penetapan Direktur definitif Politani Kupang periode 2026–2030. (RL)