Maumere - Perayaan Jumad agung di Paroki Thomas Morus keuskupan Maumere Kabupaten Sikka Provinsi NTT, di gelar Orang muda katolik (omk) dengan Tablo jalan salib hidup.
Jalan Salib Tematis, Jumat (3/4/2026), sebagai pengingat kisah sengara Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
Prosesi berlangsung khidmad dan khusyuk selama kurang lebih 5 jam, Orang Muda Katolik Paroki Santo Thomas Morus di Keuskupan Maumere dan umat mengitari Kota Maumere.
Devosi 14 perhentian kisah sengsara Yesus Kristus itu diawali dari Gereja Centrum Maumere, dan berakhir di Gereja Santo Thomas Morus.
Ratusan umat Katolik di Paroki Santo Thomas Morus mengikuti Jalan Salib Tematis. Sebagian besar mengenakan baju berwarna hitam sebagai tanda perkabungan.
Perhentian 12 yang menggambarkan kisah Yesus wafat di kayu salib, digelar persis di depan Alfamart di Jalan Soekarno-Hatta.
Tokoh Yesus diperankan oleh Yopi, pria yang sudah tidak asing lagi dalam kegiatan jalan salib di Paroki Santo Thomas Morus.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Yopi absen karena kesehatan yang kurang mendukung. Tahun ini dia kembali tampil. Gestur Yopi yang tinggi, dengan rambut terurai panjang, setidaknya menyerupai tokoh yang dia perankan, menjadikan suasana jalan salib tematis kali ini tampak hidup.
Jalan salib tematis melibatkan peran setiap lingkungan dalam wilayah Paroki Santo Thomas Morus. Masing-masing lingkungan mendukung semua properti yang dibutuhkan. Doa dan nyanyian di setiap perhentian, ditanggung oleh tiap lingkungan.
Aparat keamanan TNI/Polri tampak menjaga ketat setiap rute yang dilalui perarakan umat.
Beberapa ruas jalan, terutama di lokasi perhentian, mengalami rekayasa lalulintas. SuaraSikka.Com