Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tiga Sifilis, Satu HIV Kondisi Perempuan Open BO di Maumere, Peringatan Bagi Laki-laki Hidung Belang

Aktifitas gelap para kupu-kupu malam itu sudah sering kali ditangkap SatPol PP, terakhir pada Nopember 2025 lalu.

Indonesiasurya
Jumat, 09 Januari 2026 | 11:43:58 WIB
Ilustrasi

Praktik open BO di kota Maumere kabupaten Sikka, provinsi NTT sebuah ancaman nyata yang mesti mendapat perhatian serius semua kalangan.


Hal ini terungkap setelah, 4 perempuan yang selama ini berpraktik Open BO di Kabupaten Sikka mengadu ke satpol pp (8//2026) akibat mengalami tindakan kekerasan.


Mirisnya salah satu dari perempuan yang mengadu tersebut telah terinvesksi HIV namun, masih beroperasi seperti biasa. Bahkan 3 orang lain pernah mengalami sifilis.


Aktifitas gelap para kupu-kupu malam itu sudah sering kali ditangkap SatPol PP, terakhir pada Nopember 2025 lalu.


Mereka mengadu karena dipukul oleh seorang laki-laki yang sudah lama mereka kenal. Laki-laki berinisial T yang memiliki hubungan intim dengan U, salah satu di antaranya.


SatPol PP yang tidak berwenang menyelesaikan masalah tindak pidana yang diadukan, kemudian membawa pelapor dan terlapor ke SPKT Polres Sikka.


Disana Persoalan juga belum bisa diselesaikan karena pelapor dan terlapor masih dalam pengaruh alkohol. Apalagi karena terkait adanya dugaan HIV,


Pihak kepolisian meminta UPTD PPA Kabupaten Sikka terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor. Empat orang ini kemudian dibawa ke Kantor UPTD PPA di Jalan Ahmad Yani.


T bersama U, F, A, dan S diketahui sejak Kamis (7/1) dinihari tengah pesta miras di sebuah hotel di Kota Maumere. Saat pesta miras itu, F mengingatkan T agar tidak lagi berhubungan badan dengan U. Pasalnya U terinvesksi HIV.


Mendengar informasi tersebut, T yang sudah dipengaruhi alkohol tidak percaya. Dia lalu memukuli F karena menurutnya perempuan itu telah menyampaikan informasi bohong. A dan S kemudian mempertegas informasi tentang U yang sedang terkena HIV. Namun T tetap tidak percaya dan memukuli dua perempuan tersebut. T lalu menginterogasi U untuk meyakinkan kebenaran informasi F, A, dan S. Laki-laki itu kaget ketika U mengakui terinvesksi HIV.


Giliran U yang mendapat pukulan dari T. Laki-laki ini menjadi naik pitam karena beberapa hari sebelumnya dia sempat berhubungan badan dengan U. Meski dalam kondisi mabok, T sepertinya sadar bahwa dia juga berpotensi terkena HIV karena telah berhubungan badan dengan U.


Seperti dilansir suaraSikka.com ini di Kantor UPTD PPA, terjadi perang mulut antara T dengan F, S, dan U, terutama antara T dan U. Laki-laki itu kecewa sekali karena merasa U menjebaknya sehingga ia juga berpotensi terinfeksi HIV. Namun U membela diri dengan menyampaikan bahwa kondisi yang dia alami sudah disampaikan kepada T melalui chat WA. T tidak mengetahui karena ponselnya sudah dijual.


UPTD PPA sudah berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap T untuk mengetahui potensi HIV. Namun pemeriksaan belum bisa dilakukan karena T masih dalam keadaan terpengaruh alkohol. Akhirnya T dititipkan ke Polres Sikka, dan baru akan dilakukan pemeriksaan kesehatan pada keesokan hari. Begitu juga F, U, S, dan A dikembalikan ke kos masing-masing untuk dilanjutkan pemeriksaan kesehatan keesokan hari.


Kepala UPTD PPA Sikka Yani Yosepha menginformasikan bahwa cukup banyak perempuan yang melakukan transaksi Open BO di Kabupaten Sikka. Dia menyebut kurang lebih 20 orang. Sebagian besar mereka pernah beberapa kali terjaring operasi penertiban oleh SatPol PP, dan pernah berurusan dengan UPTD PPA.

Mereka ini sudah 2-3 kali kena tangkap,” ujar dia. Menurut Yani Yosepha, UPTD PPA pernah memberikan pembinaan melalui berbagai program edukasi dalam bentuk class meeting. Namun upaya tersebut belum maksimal karena hanya dilaksanakan 2-3 hari saja. Hal ini karena terbatasnya ketersediaan anggaran.*** (eny/sl)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Pemda Lembata Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa Desa Babokerig Nagawutung

pentingnya penguatan mitigasi, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru yang berpotensi menimbulkan risiko lanju

| Jumat, 17 April 2026
Kembangkan Program Jambu Mete, Pemda Lembata Bangun Sektor Perkebunan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman jambu mente sekaligus menyediakan sumb

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,KEPSEK ALIM BAHARI BERI TANGGAPAN

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
BSKDN Validasi dan Verifikasi Kinerja Pemda Lembata Dalam Upaya, Turunkan Angka Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan berbagai program strategis, seperti pelatihan keterampilan kerja, pengemban

| Kamis, 16 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7