Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Manajemen Bencana Buruk,Ketua Kompak Kecam Pemda Flores Timur

Dalam bencana ada barang dan jasa serta alokasi anggaran yang rawan dijadikan peluang untuk korupsi.

Indonesiasurya
Sabtu, 04 Januari 2025 | 12:27:38 WIB
Gabriel Goa ketua Kompak

Jakarta,Indonesiasurya.co. ,- Mitigasi Bencana Penanganan Erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur sangat buruk hingga berujung pada ketiadaan barang-barang makanan untuk Korban Erupsi di Pengungsian hari ini Sabtu 4 Januari 2025.

Menurut Gabriel Goa ketua Kompak Indonesia, pihaknya mengecam kinerja Pemda Flotim dalam manajemen bencana yang sangat buruk,

ya, Pemda Flotim Manajemen Bencana yang buruk akan berdampak pada pengabaian hak-hak ekosob pengungsi erupsi gunung api Lewotobi. 

Sebenarnya Pemda adalah Garda terdepan yang bertanggungjawab atas manajemen tersebut adalah BPBD(Badan Penanggulangan Bencana Daerah)Kabupaten Flores Timur, BPBD Provinsi NTT dan BNPB Nasional. Program Tanggap Darurat harus dituntaskan baru melangkah ke Program Rehabilitasi dan Program Rekonstruksi. BPBD mulai dari tingkat kabupaten,Provinsi dan Pusat sudah diatur dalam UU dan aturan turunannya dan wajib hukumnya berkolaborasi dengan semua stakeholder. 

Dalam bencana ada barang dan jasa serta alokasi anggaran yang rawan dijadikan peluang untuk korupsi. 

Menurut dirinya, di sini dibutuhkan Manajemen Pengawasan agar dana dan bantuan bencana tidak disalahgunakan bahkan dikorupsi mencari keuntungan di saat korban belum terpenuhi hak-hak ekosob mereka dalam bencana. 

Fakta membuktikan ada pengabaian pelayanan terhadap korban bencana erupsi Lewotobi dan ada dugaan kuat penjualan bantuan bencana dan korupsi dana bantuan bencana,"Tandas Ketua Kompak Indonesia  Gabriel Goa.

Lanjut dirinya,

Tergerak nurani untuk menyelamatkan pemenuhan hak-hak Korban Bencana Erupsi Gunung Api Lewotobi dan mencegah terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Bencana maka kami dari KOMPAK INDONESIA(Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia)

pertama mendesak BNPB,BPBD Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten Flores Timur untuk tidak mengabaikan hak-hak Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi dan melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi. Kedua, mendukung total Pers dan KPK RI untuk mengawasi penyaluran bantuan dan dana tepat sasaran kepada Korban Bencana bukan kepada oknum-oknum Pejabat untuk dikorupsi jika ada dugaan kuat adanya Tindak Pidana Korupsi Bantuan baik barang maupun dananya maka langsung ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu,

Gabriel Goa,Ketua KOMPAK INDONESIA


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Pemkab Lembata Sambut Program Desa Binaan Imigrasi, Dorong Pekerja Migran yang Legal dan Aman

Program Desa Binaan Imigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat desa tentang prosedur keimigra

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9