Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Merajut Identitas Bangsa Lewat Permainan Tradisional KPOTI Kota Kupang Ajak Pelajar Kembali ke Akar Budaya

Kalau permainan tradisional hidup kembali di sekolah, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menanamkan jati diri bangsa kepada generasi muda

Indonesiasurya
Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:48:54 WIB
Goris Takene, Ketua KPOTI Kota Kupang

Indonesiasurya.com, Kupang -  Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh budaya global yang kian meresap dalam keseharian anak-anak Indonesia, permainan tradisional perlahan kehilangan ruang hidupnya. Halaman kampung yang dulu riuh oleh tawa anak-anak bermain engklek, benteng, gasing dan permainan lain, kini berubah menjadi ruang sunyi yang digantikan layar gawai.

Namun, di Kota Kupang, secercah upaya untuk menghidupkan kembali denyut budaya itu tengah dilakukan. Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang menginisiasi Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Tingkat Kota Kupang sebagai ruang bagi anak-anak untuk kembali mengenali akar budaya bangsa.


Festival ini bukan sekadar perlombaan antar pelajar, melainkan wadah pembelajaran nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional, tentang kebersamaan, sportivitas, kejujuran, dan gotong royong. Di tengah gempuran budaya instan dan pola interaksi serba digital, permainan tradisional menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budayanya.

salah satu pengurus KPOTI Kota Kupang, Goris Takene hasil Munas I Mataram 2024 , mengatakan kegiatan ini digagas sebagai bentuk ajakan agar sekolah dan masyarakat bersama-sama mengembalikan ruang bermain anak yang lebih sehat, edukatif, dan berkarakter.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membentuk manusia Indonesia yang berjiwa sportif dan menghargai kebersamaan,” ujarnya.

Dukungan atas gerakan ini datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia. Kementerian menilai kegiatan semacam ini memiliki makna strategis dalam membangun karakter anak bangsa melalui pelestarian budaya lokal yang semakin terpinggirkan.

Staf Khusus Menteri Bidang Perempuan dan Politik, Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin, di Kupang, Jumat (10/10/2025), menegaskan bahwa KemenPPPA mendorong penghidupan kembali permainan tradisional di lingkungan anak-anak sebagai langkah nyata mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus memperkuat identitas budaya.

“Permainan tradisional mengajarkan anak tentang kejujuran, sportivitas, kegigihan, dan rasa gotong royong. Ia bukan sekadar warisan budaya, tetapi media pendidikan karakter yang hidup,” ujar Nia yang saat itu di dampingi Etha Bhubu aktifis Perempuan dan Anak NTT.

Ia menambahkan, KemenPPPA telah mengusulkan agar sekolah-sekolah menyediakan ruang bagi permainan tradisional di sela aktivitas belajar mengajar. Selain membangun karakter, permainan rakyat juga memperkuat keterampilan sosial anak. Melalui interaksi langsung, anak-anak belajar bekerja sama, menahan ego, dan menghargai perbedaan.

Dukungan terhadap kegiatan KPOTI juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Sekretaris dinas, Drs. Ambo, Rabu (15/10/2025), menegaskan bahwa pelestarian permainan tradisional sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun pendidikan berkarakter dan berakar pada budaya lokal.

“Kami melihat kegiatan seperti ini sangat relevan dengan semangat pendidikan berbasis budaya. Anak-anak belajar nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, dan kerja sama lewat cara yang menyenangkan. Ini bagian dari pendidikan karakter yang sesungguhnya,” ujar Ambo.

Ia menambahkan, dinas akan mendorong sekolah-sekolah di Kota Kupang agar memberi ruang bagi siswa mengenal dan mempraktikkan permainan tradisional sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.

“Kalau permainan tradisional hidup kembali di sekolah, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menanamkan jati diri bangsa kepada generasi muda,” katanya.

Lewat festival ini, KPOTI berharap permainan tradisional tidak lagi sekadar nostalgia, tetapi menjadi gerakan nyata untuk merajut kembali identitas bangsa—melalui permainan yang mengajarkan nilai, membentuk karakter, dan memperkuat akar budaya Indonesia. (goe)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan P

| Kamis, 05 Maret 2026
Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan,

| Kamis, 05 Maret 2026
14 Rumah Terbakar di Terang-Terang, Polres Bulukumba Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Kompol Syamsul Bahri menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bulukumba dan Bhayangkari te

| Kamis, 05 Maret 2026
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4