Indonesiasurya.com || Ende - Dampak dari Hujan deras yang mengguyur Ruas jalan di wilayah kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak beberapa minggu yang lalu telah terjadi Bencana Longsor.
Salah satu lokasi yang terdampak paling parah dari longsor tersebut, dijalur penghubung Antara ke tiga desa yakni Desa Taniwoda, Desa Detuara, Desa Rutu Jeja, yang dikenal sebagai rute utama masyarakat, tepatnya di kecamatan Lepembusu Kelisoke, kabupaten Ende.
Salah satu, Pemuda Lepkes Niko Sanggu, menyuarakan keresahan masyarakat yang semakin hari kian merasa diabaikan oleh pemerintah.
"Kondisi jalan saat ini sudah tidak layak digunakan. Kami merasa resah karena jalan rusak ini menyulitkan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko kecelakaan, baik ringan maupun berat,” ujar Niko kepada Reporter Gardaflores Senin, 8/12/2025.
Menurutnya, akses jalan yang baik merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk menunjang mobilitas dan keselamatan. Namun, jalan yang rusak justru menyulitkan warga dan akan berpotensi merusak kendaraan mereka.
"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,”!!!
Lebih lanjut, Niko Menegaskan dan sekaligus mengkritk Pemkab : Jangan terlalu banyak bicara! dengan gaya Retorik kalian pikir kami Masyarakat percaya? Sayangnya kami masyarakat tidak akan percaya! yang kami butuhkan dan percaya adalah tindakan nyata yang berdampak terhadap masyarakat, Karena Pemerintah Kabupaten Ende bicara banyak berbuat sedikit. "Miris."
Niko menilai, kekecewaan masyarakat hari ini sudah sepatutnya menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menilai sikap diam pemerintah sebagai bentuk kelalaian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi negara.
“Pemerintah seakan-akan buta terhadap kewajibannya. Jalan ini sudah lama rusak, tapi tidak ada tindakan nyata. Padahal, masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang layak,” tegasnya.
Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar tidak semakin membahayakan warga pungkasnya.