Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bentrok Antar Dusun Di Adonara Timur, Sembilan Rumah Hangus Terbakar.

Aksi saling serang menjadi bentrokan terbuka di sepanjang Jalan Trans Adonara. Suasana mencekam membuat warga sipil lainnya panik dan berlarian menyelamatkan diri.

Indonesiasurya
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:25:57 WIB
Ilustrasi

Adonara  - Sembilan rumah hangus terbakar, setelah konflik antara dusun Bele dan dusun  Lewonara, kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur, provinsi NTT kembali pecah Sabtu, 9/5/2026

Konflik susulan antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak) dan Dusun Lewonara (Desa Narasaosina), Kecamatan Adonara Timur, bermula sekitar pukul 12.10 WITA, saat terdengar tiga kali ledakan bom rakitan di belakang Pos Lewonara, area yang menjadi titik pengamanan aparat.

Pasca-ledakan, diduga ada provokasi dengan menuduh aparat membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos tersebut. 

Massa yang emosi sempat memarahi petugas di lapangan dan meminta aparat menghentikan penjagaan. Meski ditekan, personel keamanan dilaporkan tidak terpancing dan tetap menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). 

Situasi kian memanas pada pukul 16.15 WITA. Sekitar 100 orang dari Desa Narasaosina terpantau berkumpul di gapura desa dan bergerak menuju Jalan Trans Adonara. 

Setibanya di perbatasan, massa dari kedua kubu saling serang akhirnya bentrok antara warga Narasaosina dengan warga Dusun Bele tak lagi terelakkan. 

Aksi saling serang menjadi bentrokan terbuka di sepanjang Jalan Trans Adonara. Suasana mencekam membuat warga sipil lainnya panik dan berlarian menyelamatkan diri.

Dalam bentrokan tersebut, sembilan unit rumah milik warga Dusun Bele Desa Waiburak hangus terbakar. Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai angka yang cukup besar. 

Personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob, dan TNI segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengendalian dan pemisahan kedua kelompok yang bertikai.

Aparat gabungan telah melakukan penyekatan dan penghalauan terhadap kedua kelompok massa. 

Saat ini situasi perlahan mulai kondusif dan terkendali. Selain mengamankan lokasi, petugas juga menemukan satu buah bom rakitan aktif di area konflik. Barang bukti tersebut langsung diamankan guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih disiagakan di titik-titik perbatasan untuk mencegah adanya bentrokan susulan


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15