Lembata - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tiba di Lembata guna melakukan validasi dan verifikasi lapangan kinerja pemerintah daerah dalam menurunkan angka pengangguran.
Fokus utama evaluasi ini adalah inovasi program, penggunaan data berbasis wilayah, serta sinergi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan inklusif.
Validasi ini merupakan rangkaian kegiatan penilaian untuk memberikan penghargaan terhadap pemerintah daerah yang berhasil menekan angka pengangguran secara signifikan, dengan hasil yang akan ditetapkan pada Mei 2026 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyambut kunjungan Tim Validasi Penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri di. Rapat bersama tim BSKDN ini berlangsung di ruang kerja Bupati Lembata, Selasa (7/4/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos., didampingi Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Quintus Irenius Suciadi, S.H., M.Si., serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Rafael Betekeneng, S.H.
Kehadiran tim BSKDN bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Proses validasi ini dilakukan guna memastikan kesesuaian antara paparan yang telah disampaikan oleh kepala daerah dengan kondisi riil di lapangan.
Dalam arahannya, Bupati Lembata menegaskan pentingnya konsistensi antara data perencanaan dan implementasi program. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan data, dokumen pendukung, serta lokasi sampel yang representatif guna mendukung kelancaran proses validasi.
“Setiap perangkat daerah harus mampu menjelaskan secara teknis keterkaitan antara output program dengan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan penurunan angka pengangguran,” tegas Bupati.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Lembata juga akan menggelar rapat finalisasi data dan pemantapan lokasi sampel bersama tim Kementerian Dalam Negeri pada Selasa sore di Ruang Rapat Kantor Bupati Lembata.
Rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek penilaian telah dipersiapkan secara optimal.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Lembata berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 2,18 persen pada tahun 2024 menjadi 1,37 persen pada tahun 2025.
Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan berbagai program strategis, seperti pelatihan keterampilan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta program padat karya yang melibatkan ribuan tenaga kerja lokal.
Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan, guna memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata tentu akan lebih optimistis dan mampu menunjukkan capaian kinerja yang nyata di lapangan serta memperoleh apresiasi atas komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.**ProkompimPemKabLembata**