Indonesiasurya.com, Lembata - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq meresmikan Bank sampah cahaya agate waikomo yang di Motori sejumlah orang muda.
Bupati dalam sambutannya memberikan apresiasi dan kebanggaan atas lahirnya bank sampah di Lembata.
"Hari ini, saya berdiri di sini dengan penuh syukur dan kebanggaan karena kita meluncurkan sebuah gerakan kecil namun bermakna besar" ungkap Bupati Kanis.
Lanjut Bupati, Bank Sampah Cahaya Agate. Ini bukan sekadar tempat menampung sampah, tapi tempat kita membangun kesadaran, peradaban, dan ekonomi yang ramah lingkungan.
Bank sampah yang berlokasi di belakang SDN Waikomo kelurahan Lewoleba Barat Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, ini lahir dari gagasan sederhana: bahwa sampah bukan akhir dari sebuah barang, tapi awal dari nilai ekonomi baru.
Dengan membeli dan menjual sampah secara terorganisir, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada seluruh penggerak dan relawan, terutama kaum muda dan perempuan, yang telah menjadi motor perubahan ini" Ungkap Kanis Tuaq.
Bank sampah yang di Motori Ady Lein dan sejumlah relawan ini berlandaskan semangat gotong royong.
Inovasi, Bank Sampah Cahaya Agate menjadi contoh bahwa ekonomi sirkular bisa dimulai dari desa, dari kampung, dan dari komunitas. Ungkap Bung Kanis
"Mari kita jadikan ini sebagai gerakan bersama. Pisahkan sampah mulai dari rumah. Kumpulkan. Setor. Dan biarkan sampah kita menjadi berkah bagi orang lain" ungkap mantan Kadis pertanian Lembata ini
Bupati berharap Di masa depan, bank sampah seperti ini tumbuh di setiap desa, dan juga kelurahan.
"visi kita jelas: Lembata bersih, hijau, dan mandiri. Lingkungan lestari, ekonomi rakyat pun meningkat." Ungkap Bupati
Bung Kanis mengajak semua pihak untuk komitmen bersama manjadi bagian dari menjaga kebersihan
"Sampah bisa jadi masalah, tapi bersama-sama, kita ubah jadi peluang" ujar Kanis Tuaq.