Kupang,NTTPride.com - Fresh Mart PKK NTT resmi di luncurkan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena di Kantor TP PKK Provinsi NTT, Sabtu (6/12/2025).
Gubernur dalam kegiatan tersebut menginstruksikan kepada seluruh ASN untuk berbelanja kebutuhan pangan di pusat penjualan produk lokal, sekaligus mewajibkan OPD dan sekolah memanfaatkan lahan mereka untuk berkebun guna memperkuat pasokan produksi daerah.
Acara tersebut dihadiri Staf Ahli TP PKK NTT Vera Asadoma, Kepala Dinas PMD NTT Viktor Manek, serta Kepala Dinas DP3AP2KB NTT Ruhut Laiskodat.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Fresh Mart merupakan bagian dari upaya besar Pemprov NTT mendorong produksi bahan pangan sehat, efisien, dan terjangkau, yang melibatkan PKK, sekolah, OPD, dan kelompok masyarakat.
“Program ini bagus karena memastikan PKK ikut menghasilkan dan menyediakan bahan pangan yang berkualitas untuk dapur-dapur MBG, sekolah, hingga pasar modern,” ujar Gubernur.
Ia menekankan bahwa Fresh Mart bukan hanya gerai penjualan, tetapi model nyata bagaimana pemerintah dan masyarakat bekerja sama menggerakkan ekonomi dari hulu hingga hilir.
Gubernur juga mengapresiasi inisiatif PKK karena kegiatan ini dibangun secara swadaya, tanpa mengandalkan APBD.
“Biaya awalnya Rp40 juta dan itu murni swadaya pengurus. Ini bukti semangat gotong royong di NTT tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Gubernur Melki menegaskan bahwa tantangan utama bukan pasar, melainkan produksi. Karena itu, ia menginstruksikan agar seluruh OPD, sekolah, dan ASN memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam komoditas yang dapat memasok Fresh Mart dan dapur MBG.
“Tidak boleh ada lahan kosong. Sekolah, SMA, SMK, dan OPD yang punya lahan harus menanam. Ini musim tanam. Produksi harus konsisten,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa beberapa sekolah di wilayah daratan Timor telah memiliki lahan luas untuk pengembangan tanaman sayur dan bumbu. Bibitnya, kata Gubernur, dapat disiapkan oleh Dinas Pertanian.
Melki bahkan meminta ASN yang menerima gaji penuh untuk tidak bekerja tanpa produktivitas.
“ASN jangan terima gaji buta. Kalau bisa berkebun, berkebun. Semua fasilitas yang ada, kursi, meja, kantor, harus digunakan untuk mendukung gerakan produksi,” katanya.
Dalam penjelasannya, Gubernur Melki memaparkan gambaran kebutuhan bahan pangan di NTT, terutama untuk mendukung dapur MBG dan BGS. Menurutnya, kebutuhan sayur untuk siswa SD, SMP, dan SMA sangat besar.
“Total kebutuhan sayur bisa mencapai puluhan ton sehari bila dihitung dari seluruh dapur. Karena itu, produksi lokal harus digenjot,” jelasnya.
Melki menambahkan bahwa pasar modern di NTT masih mengambil sebagian besar pasokan dari luar daerah karena produksi lokal belum stabil.
“Kalau produksi kita kuat dan berkelanjutan, pasar modern pasti ambil dari kita,” tegasnya.
Gubernur menyampaikan pentingnya memanfaatkan kekuatan pasar internal pemerintah. Dengan jumlah ASN yang cukup besar, ia menilai Fresh Mart bisa memiliki pasar reguler yang sangat stabil.
“ASN di Kupang saja lebih dari dua ribu. Kalau belanja Rp100 ribu per bulan, itu bisa puluhan miliar per bulan. Ini perputaran ekonomi yang besar untuk petani dan UMKM,” kata Melki.
Untuk itu, ia berencana mengatur kebijakan agar ASN berbelanja kebutuhan pangan di Fresh Mart atau pusat distribusi pangan lokal sejenis.
Melki meminta agar Fresh Mart tidak hanya bergantung pada hasil kebun PKK, tetapi membuka kemitraan luas dengan masyarakat, karang taruna, kelompok gereja, kelompok masjid, komunitas tani, dan UMKM.
“Semua kelompok masyarakat harus diajak bekerja sama. Kalau pusatnya penuh setiap hari dan pasokan tidak putus, Fresh Mart akan jadi pusat ekonomi yang hidup,” ungkapnya.
Ketua TP PKK NTT, Asti Laka Lena, menjelaskan bahwa ide Fresh Mart berawal dari kebutuhan PKK untuk mencari sumber pendanaan yang tidak bergantung pada anggaran pemerintah.
“Awalnya ini kami rancang untuk menjawab keterbatasan anggaran. Kami ingin PKK bisa punya usaha yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat,” ujar Bunda Asti.
Ia menjelaskan bahwa Fresh Mart memprioritaskan produk pangan organik, termasuk sayur, buah, ayam, daging, ikan, dan telur.
“Kami ingin masyarakat lebih sehat. Karena itu Fresh Mart mengutamakan produk organik,” katanya.
Asti juga menyampaikan bahwa PKK bekerja sama dengan JS Organik dalam hal pendampingan, manajemen, dan penyediaan produk.
Lahan di sekitar Kantor PKK kini sedang digarap menjadi kebun produksi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Untuk mempermudah layanan, Fresh Mart bekerja sama dengan Bank NTT dalam penyediaan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS.
Asti juga menjelaskan bahwa Fresh Mart menargetkan ASN sebagai pasar utama, terutama perkantoran di sekitar Kantor PKK.
“ASN bisa memesan lewat WhatsApp. Kami siap kemas dan antar. Sampai sistem aplikasi selesai dikembangkan, pesanan akan dilayani melalui WA dan sistem slayer,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh modal usaha Fresh Mart berasal dari swadaya pengurus dan akan dikembalikan setelah usaha stabil.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa Fresh Mart dikembangkan dengan skema investasi bersama para pengurus PKK, yang menggabungkan modal, saham, dan tata kelola usaha profesional.
“Fresh Mart lahir sebagai bagian dari upaya membangun transformasi ekonomi melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, serta semangat Ayo Membangun NTT,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Fresh Mart juga disiapkan untuk menjadi mitra NTT Mart, Dekranasda, dan program pengembangan ekonomi lainnya.
Panitia juga menyampaikan bahwa Grand Launching Fresh Mart direncanakan pada 9 Desember 2025 oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvie Gibran.
Soft Launching PKK NTT Fresh Mart resmi dibuka oleh Gubernur Melki Laka Lena. Pemerintah berharap Fresh Mart dapat menjadi pusat penggerak ekonomi, mendukung ketahanan pangan berbasis produksi lokal, membuka peluang pasar besar bagi petani, sekolah, UMKM, serta membangun rantai pasokan pangan yang konsisten dan sehat di seluruh NTT.