Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perilaku Konsumtif Anak Kos dan Dampaknya Pada Ekonomi Keluarga

Penulis Yosef Yulianus Pamput (43123027) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 18:33:51 WIB
Ilustrasi

Jadi anak kos itu memang punya tantangan tersendiri, salah satunya soal mengatur keuangan. Kadang-kadang, tanpa disadari, gaya hidup anak kos suka bikin boros.

Misalnya, dengan sering sekali jajan makanan yang sebenernya mahal dan tidak terlalu perlu, nongkrong di kafe yang harganya bikin dompet kering, atau beli barang baru yang sebenernya tidak penting-penting banget.
Dari hal-hal kecil itu, lama-lama jadi kebiasaan konsumtif yang membuat pengeluaran tidak terkendali.

Masalahnya, banyak anak kos masih bergantung sama uang dari orang tua. Jadi, kalau gaya hidup konsumtif ini tidak terkontrol, sebenarnya itu beban pengeluaran yang ditanggung keluarga di rumah. Kadang-kadang, orang tua sampai harus kerja lebih keras atau memenuhi kebutuhan lain supaya tetap bisa kasih tambahan uang buat anak kosnya.
Padahal, keluarga juga punya tanggung jawab lain yang tidak kalah penting. Kalau terus-terusan seperti ini, kondisi keuangan keluarga bisa jadi tidak sehat, bahkan bisa bikin stres.

Selain bikin ekonomi keluarga jadi berat, kebiasaan konsumtif ini juga bikin anak kos susah belajar mengatur uang dengan baik. Padahal, kemampuan mengatur keuangan itu harusnya jadi skill dasar yang harus dikuasai, apalagi nanti kalau sudah kerja dan hidup mandiri. Kalau terus-terusan boros dan tidak bisa menahan diri, nanti pas mandiri beneran malah bisa sangat boros, dan itu sangat berbahaya buat masa depan.

Sebenernya, tidak salah untuk punya keinginan menikmati hidup atau sesekali bersenang-senang. Tapi yang penting itu adalah seberapa pintar dalam mengatur prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Anak kos harus mulai belajar bertanggung jawab atas pengeluarannya sendiri. Kalau memang masih minta uang ke keluarga, harus paham bahwa uang itu hasil kerja keras mereka dan tidak boleh disia-siakan. Dengan disiplin dan kesadaran diri yang baik, bukan hanya ekonomi keluarga yang terbantu tetap stabil, tapi juga melatih diri agar siap menghadapi hidup mandiri nantinya.

Jadi, daripada terjebak gaya hidup konsumtif yang akhirnya membuat ribet keluarga dan diri sendiri, mending belajar hemat dan mengatur pengeluaran dengan bijak. Misalnya, memasak sendiri daripada membeli terus, membawa bekal, mencari tempat nongkrong yang murah, dan menahan diri dalam membeli barang. Dengan demikian, bukan hanya menjadi anak kos yang mandiri, tapi juga anak yang bertanggung jawab dan peduli sama keluarga.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Desa Roho Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah Perayaan Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Lembata

Lomba ini sebagai ajang minat dan bakat, juga sebagai kesempatan kepada para siswa menunjukan kemampuan yang mereka mili

| Minggu, 19 April 2026
Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darura

| Sabtu, 18 April 2026
Dalam Diam Fraksi Partai Golkar Bantu Fasilitasi Perbaikan Dermaga Waijarang Lembata

Perbaikan dermaga di Lembata akan kami mulai bulan Mei, saat ini pada tahap perencanaan dan pengadaan,” ujar Mekeng m

| Sabtu, 18 April 2026
Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7