Jadi anak kos itu memang punya tantangan tersendiri, salah satunya soal mengatur keuangan. Kadang-kadang, tanpa disadari, gaya hidup anak kos suka bikin boros.
Misalnya, dengan sering sekali jajan makanan yang sebenernya mahal dan tidak terlalu perlu, nongkrong di kafe yang harganya bikin dompet kering, atau beli barang baru yang sebenernya tidak penting-penting banget.
Dari hal-hal kecil itu, lama-lama jadi kebiasaan konsumtif yang membuat pengeluaran tidak terkendali.
Masalahnya, banyak anak kos masih bergantung sama uang dari orang tua. Jadi, kalau gaya hidup konsumtif ini tidak terkontrol, sebenarnya itu beban pengeluaran yang ditanggung keluarga di rumah. Kadang-kadang, orang tua sampai harus kerja lebih keras atau memenuhi kebutuhan lain supaya tetap bisa kasih tambahan uang buat anak kosnya.
Padahal, keluarga juga punya tanggung jawab lain yang tidak kalah penting. Kalau terus-terusan seperti ini, kondisi keuangan keluarga bisa jadi tidak sehat, bahkan bisa bikin stres.
Selain bikin ekonomi keluarga jadi berat, kebiasaan konsumtif ini juga bikin anak kos susah belajar mengatur uang dengan baik. Padahal, kemampuan mengatur keuangan itu harusnya jadi skill dasar yang harus dikuasai, apalagi nanti kalau sudah kerja dan hidup mandiri. Kalau terus-terusan boros dan tidak bisa menahan diri, nanti pas mandiri beneran malah bisa sangat boros, dan itu sangat berbahaya buat masa depan.
Sebenernya, tidak salah untuk punya keinginan menikmati hidup atau sesekali bersenang-senang. Tapi yang penting itu adalah seberapa pintar dalam mengatur prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Anak kos harus mulai belajar bertanggung jawab atas pengeluarannya sendiri. Kalau memang masih minta uang ke keluarga, harus paham bahwa uang itu hasil kerja keras mereka dan tidak boleh disia-siakan. Dengan disiplin dan kesadaran diri yang baik, bukan hanya ekonomi keluarga yang terbantu tetap stabil, tapi juga melatih diri agar siap menghadapi hidup mandiri nantinya.
Jadi, daripada terjebak gaya hidup konsumtif yang akhirnya membuat ribet keluarga dan diri sendiri, mending belajar hemat dan mengatur pengeluaran dengan bijak. Misalnya, memasak sendiri daripada membeli terus, membawa bekal, mencari tempat nongkrong yang murah, dan menahan diri dalam membeli barang. Dengan demikian, bukan hanya menjadi anak kos yang mandiri, tapi juga anak yang bertanggung jawab dan peduli sama keluarga.