Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.8 mengguncang wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian Jawa Tengah pada dini hari tadi, pukul 01.45 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di kedalaman 25 km, sekitar 90 km barat daya Kabupaten Gunungkidul, DIY. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Getaran kuat dirasakan hingga ke Surakarta, Semarang, dan bahkan Jakarta, namun dampak kerusakan terparah terkonsentrasi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Dampak Kerusakan dan Korban
Berdasarkan laporan cepat yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, dampak kerusakan infrastruktur sangat signifikan.
Korban Jiwa: Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, dan lebih dari 80 orang mengalami luka berat hingga ringan.
Kerusakan Rumah: Data sementara mencatat lebih dari 5.100 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian sekitar 1.200 unit rusak berat, dan sisanya rusak sedang hingga ringan.
Infrastruktur Publik: Sejumlah fasilitas umum, termasuk tiga rumah sakit di Bantul dan beberapa sekolah di Klaten, juga mengalami retakan struktural yang signifikan dan dinyatakan tidak aman untuk digunakan sementara waktu.
Tindakan Cepat Pemerintah Daerah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, segera menginstruksikan pendirian posko darurat dan mengaktifkan tim reaksi cepat untuk membantu evakuasi dan pendataan korban.
"Prioritas utama kita adalah memastikan seluruh warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan tempat berlindung yang layak. Kami juga telah mengirimkan tim medis dan logistik dasar ke area terdampak paling parah di Bantul dan Gunungkidul," ujar juru bicara Pemda DIY.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan parah sebelum ada asesmen resmi dari tim teknis.