Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kapal Tabrak Dermaga Hingga Rusak, Formalen Dan Axel Gelar Aksi Minta Ganti Bupati Lembata. Mungkinkah Ada Agenda Politik?

Masyarakat bertanya mengapa hanya bupati yang diganti, lantas bagaimana dengan wakil bupati? Bukankah Mereka adalah pasangan yang dipilih masyarakat untuk bersama bekerja untuk Lembata?

Indonesiasurya
Jumat, 10 April 2026 | 07:52:33 WIB
Foto

Lembata - Pelabuhan Waijrang kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, tempat kapal Roro melakukan aktifitas bongkar muat Rusak berat akibat di tabrak kapal Roro Inerie II, kapal ASDP, milik Pemerintah.

Rusaknya dermaga tersebut mengakibatkan, aktifitas ekspedisi yang melayani pengangkutan barang dari dan ke Lembata terganggu.

Forum Parlemen Jalanan (Formalen) dan ekspedisi Lembata (Axel) pun menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Lembata pada Rabu, 08 April 2026 menuntut agar pemerintah daerah kabupaten Lembata untuk segera memperbaiki dermaga yang rusak. Anehnya masa aksi tidak menuntut ASDP untuk segera memperbaiki karena, pelabuhan tersebut rusak akibat ditabrak kapal milik ASDP?

Formalen dan Axel pada aksi demo tersebut, membentang poster beraroma politik, dengan tulisan "ganti bupati".
Publik Lembata menduga jangan-jangan aksi damai ini dibackup untuk kepentingan politik pihak-pihak tertentu.

Demo ini tentang pelabuhan waijarang yang rusak, ditabrak kapal Inerie dua untuk segera diperbaiki agar aktifitas ekonomi kembali lancar, ekspedisi bisa kembali beroperasi?Kapal Tabrak Dermaga kenapa yang dituntut ganti Bupati? Masyarakat bertanya mengapa hanya bupati yang diganti, lantas bagaimana dengan wakil bupati? Bukankah Mereka adalah pasangan yang dipilih masyarakat untuk bersama bekerja untuk Lembata?

Isu lain yang juga beredar bahwa, belum di perbaiki nya dermaga dan tidak bersedianya kapal untuk sandar karena, ada perang dagang terselubung.

Pantauan media di pelabuhan waijrang (9/4/2026) kapal Roro, yang sudah berada kurang lebih 200 meter dari dermaga, memilih batal untuk sandar dengan alasan arus laut kuat padahal, saat itu posisi laut tenang, arus slack water atau slack current (arus lenyap / arus tenang). Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya Perang dagang terselubung. 

Dua isu ini menjadi bahan diskusi sejumlah pihak, tetang siapa yang punya kepentingan politik dan siapa yang hendak menguasai pasar dagang di Lembata.
Publik heran, kapal yang  tabrak dermaga hingga rusak, tapi formalen bawa isu ganti bupati? Ada apa?

Kanis Tuaq Bupati Lembata, usai menerima masa aksi mengatakan bahwa, ia mendengar dan menerima masukan,saran dan kritik yang disampaikan.

Bupati mengatakan, pemerintah terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk bisa secepatnya membantu memperbaiki dermaga yang rusak.

Ia juga mengatakan bahwa, selama ini dirinya bekerja untuk kepentingan rakyat dan tidak ada niat sedikitpun untuk menyusahkan rakyat karena selama ini ia terus berjuang untuk  masyarakat.
"Untuk perbaikan pelabuhan waijarang Kita sudah koordinasi, komunikasi ke kementerian, kita berharap secepatnya direspon agar perbaikan pelabuhan segera dilakukan" ungkap Bupati
Kanis Tuaq juga menjelaskan, dirinya bersama Bupati Flotim sudah berkoordinasi dengan pihak Garda Maritim di Jakarta untuk minta ditambahan kapal feri sehingga frekuensi penyebaran Kupang - Lembata - Flotim bisa meningkat.

"Kita berharap agar pemerintah pusat bisa secepatnya membantu agar ekspedisi bisa lebih banyak trip jika ada dua kapal" ungkap Kanis.

Sementara itu, Nanda Kepala ASDP Lembata saat ikut pantau aktifitas kapal Inerie dua di pelabuhan Laut Lewoleba (9/4/2026) mengatakan, pihaknya  sudah koordinasi dengan pimpinan di provinsi dan pusat terkait adanya kerusakan pada pelabuhan waijarang.

Harapan kita pelabuhan waijrang bisa beroperasi, dan kami sedang berjuang agar pelabuhan sesegera mungkin bisa di perbaiki ujar Nandar

Perbaikan pelabuhan butuh anggaran besar, kita bergantung pada yang di atas. Kita sudah buat kajian dan kirim tapi harus bersabar.

Situasi ini memang dilematis tapi mau tidak mau, suka tidak suka pelayanan harus tetap jalan, ini beresiko sandar samping di pelabuhan rakyat ini kita sikapi sambil kita terus  berupaya agar pelabuhan waijrang segera diperbaiki.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Uji Coba Sandar Kapal Roro Inerie II dengan Ramp Door di Pelabuhan Laut Lewoleba Gagal

Gagalnya rencana uji coba sandar dengan ramp door oleh KMP Feri Ine Rie II, lantaran tidak diijinkan oleh Kementerian Pe

| Kamis, 09 April 2026
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Bukit Datangkan Dokter Spesialis

Upaya ini dilakukan setelah rumah sakit mengalami kekosongan dokter spesialis penyakit dalam selama dua bulan terakhir.

| Kamis, 09 April 2026
Kapal Roro Inerie Dua Sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba, Halangi Aktifitas Bongkar Muat Kapal Rakyat

Dengan sandarnya kapal feri Roro Inerie dua, mengakibatkan, kapal penumpang penyebrangan dari Lewoleba, waiwerang, laran

| Kamis, 09 April 2026
BSKDN Apresiasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Lembata

Fokus utama evaluasi ini adalah inovasi program, penggunaan data berbasis wilayah, serta sinergi dalam menciptakan ekosi

| Kamis, 09 April 2026
Nelayan Temukan Radar Asing Dalam Laut Di Perairan Lombok NTB

Kata dia, saat ini benda asing yang diyakini sebagai drone bawah laut itu sudah dievakuasi ke Lanal Mataram

| Kamis, 09 April 2026
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong tra

| Kamis, 09 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8