Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Memalukan! Izin Legal Mandek, Dinas Dipertanyakan Nyali dan Netralitasnya

Kondisi ini memicu kritik keras dari kuasa hukum yayasan, Sugiyono, SE., S.H., M.H., yang ditemui di kantornya di sela aktivitas padat menerima klien.

Indonesiasurya
Senin, 06 April 2026 | 22:11:28 WIB
Foto

Semarang - Polemik pendirian sebuah yayasan pendidikan di Kabupaten Semarang kian memanas. Di tengah terpenuhinya seluruh persyaratan hukum dan administratif, proses perizinan justru terhenti. Alasannya dinilai janggal: hanya karena adanya penolakan dari segelintir warga. (06/04/2026).

Padahal, yayasan tersebut telah mengantongi persetujuan resmi dari Ketua RT dan RW setempat. Secara sosial dan administratif, dukungan mayoritas telah terpenuhi. Namun situasi berubah ketika muncul keberatan dari kelompok kecil yang kini justru menjadi “penentu” arah kebijakan.

Kondisi ini memicu kritik keras dari kuasa hukum yayasan, Sugiyono, SE., S.H., M.H., yang ditemui di kantornya di sela aktivitas padat menerima klien.

Dengan nada tegas, Sugiyono menilai ada gejala serius dalam tubuh pemerintahan daerah: keputusan yang seharusnya berbasis hukum, justru tunduk pada tekanan non-representatif.

“Kami melihat ada kecenderungan dinas tidak lagi berdiri tegak di atas hukum, tetapi mulai mengikuti tekanan yang tidak jelas dasar hukumnya. Ini bukan sekadar soal izin, ini soal keberanian dan independensi,” tegasnya.

Menurutnya, dalam hukum administrasi pemerintahan, setiap keputusan wajib berdasar parameter objektif, bukan opini atau tekanan dari kelompok tertentu.

“Kalau penolakan segelintir warga dijadikan alasan untuk menghambat hak hukum yang sah, maka ini bukan lagi pertimbangan administratif. Ini pembenaran atas tekanan,” lanjutnya.

Sugiyono bahkan mengingatkan, jika praktik seperti ini dibiarkan, maka dampaknya akan jauh lebih luas dari sekadar satu kasus izin.

“Ini preseden berbahaya. Jika segelintir orang bisa mempengaruhi kebijakan publik, maka yang terjadi bukan lagi pemerintahan berbasis hukum, melainkan pemerintahan berbasis tekanan. Ini kemunduran serius,” ujarnya tajam.

Ia juga menyoroti potensi runtuhnya independensi lembaga pemerintahan jika fenomena ini terus terjadi.

“Ketika keputusan tidak lagi murni berdasarkan aturan, tapi dipengaruhi tekanan, maka independensi runtuh. Dan saat independensi runtuh, kepercayaan publik ikut hancur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sugiyono menegaskan bahwa tidak ada satu pun aturan hukum yang mensyaratkan persetujuan 100 persen warga dalam pendirian lembaga pendidikan, selama seluruh ketentuan administratif telah dipenuhi.

“Negara tidak boleh memberikan hak veto kepada kelompok kecil. Kalau ini dibiarkan, maka siapa pun bisa menghentikan apa saja hanya dengan tekanan,” katanya.

Atas kondisi tersebut, pihak yayasan memastikan tidak akan tinggal diam. Langkah hukum telah disiapkan, termasuk menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Kami sudah ambil langkah awal. Jika ini terus berlanjut, kami siap uji di PTUN, bahkan membuka kemungkinan laporan dugaan maladministrasi,” ungkapnya.

Kini, publik dihadapkan pada pertanyaan krusial: apakah pemerintah masih berdiri sebagai penjaga hukum, atau mulai kehilangan nyali di bawah tekanan segelintir pihak?

Kasus ini bukan sekadar sengketa izin. Ini adalah ujian nyata—apakah hukum masih menjadi panglima, atau telah dikalahkan oleh tekanan yang tak sah.**Baramakassar


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4