Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


DEFORSTASI HUTAN MENJADI PEMICU BENCANA DI INDONESIA

Penulis :Susana Wea Loy NIM : 43123009 UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Kamis, 11 Desember 2025 | 00:39:03 WIB
Ilustrasi

 Deforestasi hutan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana lingkungan di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan. Proses hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat penebangan liar dan konversi lahan menjadi perkebunan,pertambangan, pertanian, atau permukiman seacara irreversibel atau permanen, tidak hanya menghancurkan habitat flora dan fauna, tetapi juga mengacaukan keseimbangan ekosistem. Hutan yang selama ini berfungsi sebagai penyangga penyerapan air hujan dan pengatur iklim kini berubah menjadi lahan gundul yang rentan terhadap berbagai bencana.

Kondisi deforestasi yang parah di Indonesia, khususnya di pulau Sumatera, memperlihatkan dampak nyata dari kerusakan hutan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Pada akhir November 2025, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan korban jiwa lebih dari 400 orang serta memaksa ribuan warga mengungsi. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan mencatat lebih dari 800 meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang. Keseriusan bencana ini tidak dapat dilepaskan dari kerusakan ekosistem hutan di hulu daerah aliran sungai yang melemahkan daya serap tanah terhadap air hujan deras.

Penebangan liar dan praktik konversi lahan yang tidak berkelanjutan menjadi sawit dan aktivitas lain semakin memperparah kondisi hidrometeorologi ekstrem di wilayah tersebut. Akibatnya, banjir dan longsor terjadi dengan intensitas dan frekuensi yang sulit dikendalikan. Kerugian materi yang besar dan jatuhnya ribuan korban jiwa harus menjadi panggilan agar pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bersama-sama menghentikan deforestasi dan membangun pengelolaan hutan yang lestari.

Selain mengancam keselamatan jiwa, deforestasi juga mempercepat perubahan iklim yang berdampak luas pada berbagai sektor. Hilangnya hutan mengurangi kapasitas Indonesia dalam menyerap karbon, sehingga memperburuk pemanasan global dan mengakibatkan cuaca ekstrim yang tak menentu. Paradigma pembangunan yang berfokus pada eksploitasi sumber daya alam semata mustahil dibiarkan berlanjut jika ingin menyelamatkan generasi mendatang dari bencana yang semakin intens dan destruktif.

Oleh karena itu, aksi nyata harus ditempuh mulai dari penegakan hukum terhadap pelaku penebangan liar, pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan, hingga program rehabilitasi dan reboisasi hutan. Kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keberlangsungan hutan sebagai penopang lingkungan dan kehidupan harus terus digelorakan. Tanpa komitmen bersama, persoalan deforestasi akan terus berujung pada bencana yang melumpuhkan, seperti yang tengah dirasakan Sumatera hari ini.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang hijau dan lestari. Namun, hal ini hanya bisa terwujud jika deforestasi dapat dikendalikan dengan segera dan pengelolaan hutan dilakukan secara berkelanjutan. Menjaga hutan sama artinya menjaga keselamatan jiwa dan masa depan bangsa.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10