Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Membedah Lebih dalam Filsafat Dekonstruksi

Dalam sambutannya, P. Yoseph Riang menegaskan pentingnya filsafat dekonstruksi bagi dunia akademik,

Indonesiasurya
Sabtu, 23 November 2024 | 19:35:08 WIB
Foto bersama

Kupang,Indonesiasurya.com - Mahasiswa Unversitas katolik widya mandira (unwira) kupang, gelar diskusi mendalam tentang Filsafat Dikonstruksi: 

Kegiatan yang digelar UPT perpustakaan pusat Unwira yang bertempat di Aula St. Paulus, lantai 4 gedung rektorat Unwira Kupang, pada  Kamis, 21/11/2024, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. membahas  tesis-tesis Kunci, Tinjauan, dan kritik Pandangan Jacques Derida yang ditulis oleh P. Yoseph Riang, SVD, S.Fil., M.Th., M.I.Kom.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang filsafat, khususnya dalam mengupas  pemikiran Jacques Derida, yang terdiri dari P. Yoseph Riang, SVD, S.Fil., M.Th., M.I.Kom selaku penulis dari buku ini sekaligus dosen  FISIP Unwira, Romo. Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ. (Guru Besar STF Driyarkara, Jakarta), Dr. P. Otto Gusti Madung, SVD. (Ketua IFTK Ledalero, Maumere-Flores), dan Drs. Marianus Kleden, M.Si. (Dosen FISIP Unwira Kupang).

Dalam sambutannya, P. Yoseph Riang menegaskan pentingnya filsafat dekonstruksi bagi dunia akademik, terutama sebagi pendekatan kritis untuk menelaah paradigma-paradigma pemikiran yang sudah mapan.

“Filsafat dekonstruksi mengajak kita untuk terus mempertanyakan makna dan struktur yang tampaknya kokoh. Ini relevan dengan tantangan akademik dan budaya kita saat ini,” ujar beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam filsafat dekonstruksi  mengajak kita untuk tidak hanya memahami teks secara literal, tetapi juga, membaca apa yang tersembunyi di balik teks. 

Para peserta diskusi yang terdiri  dari dosen dan mahasiswa, yang sangat antusias mengikuti jalannya acara. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab yang membahas implikasi dekonstruksi terhadap berbagai disiplin ilmu, seperti sastra, hukum, teologi dan politik.

Acara ini diakhiri dengan kesimpulan yang menegaskan bahwa filsafat dekonstruksi bukan hanya pembongkaran struktur makna, melainkan juga usaha untuk membuka ruang baru bagi pemikir kritis. Diskusi seperi ini diharapkan dapat terus digelar sebagai wadah refleksi dan dialog akademisi di Unwira 

penulis ; Deltriana Hijum,

program studi ilmu komunikasi dari kampus UNWIRA Kupang. 


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tiga Desa Raih Predikat Perpustakaan Desa Terbaik di Lomba HUT ke-27 Otonomi Lembata

TBM Papirus menerapkan layanan terbuka. Pengunjung bebas memilih buku yang ingin dibaca atau dipinjam, lalu menghubungi

| Kamis, 15 Oktober 2026
Serah Terima Kepala Kemenag Haji dan Umrah Lembata, Wabup Nasir: Sinergi Kunci Pelayanan Terbaik

Dalam sambutannya, Wabup Nasir menegaskan pergantian ini bukan sekadar serah terima tugas rutin, melainkan momentum memp

| Kamis, 15 Oktober 2026
BLKK Otomotif Ile Lewotolok Nusantara Resmi Beroperasi: Bebas Biaya, Tanpa Batas Usia

Poin paling istimewa, pelatihan ini gratis dan tanpa batasan usia. Siapa pun yang berminat, berapapun usianya, boleh me

| Kamis, 15 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11