Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perayaan Ekaristi Warnai HGN 2025 dan HUT PGRI ke-80 di Kecamatan Nagawutung

Banyak guru berjuang membimbing anak orang lain, namun sering gagal mendidik anak di rumah sendiri. Ketika guru menegur atau mendisiplinkan murid, tidak jarang orang tua menyambutnya dengan marah atau penuh kecurigaan.

Indonesiasurya
Senin, 24 November 2025 | 08:33:30 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Nagawutung, — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT PGRI ke-80, PGRI Kecamatan Nagawutung menginisiasi Perayaan Ekaristi pada Minggu, 23 November 2025 di Gereja St. Theresia Loang, Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar, Lembata.

Perayaan ini dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Yeremias Rongan Rianghepat, dan dihadiri umat serta para pendidik dan tenaga kependidikan dari seluruh sekolah di Kecamatan Nagawutung.

Baca juga ; https://indonesiasurya.com/pangan-terbuang-ancam-kekuatan-pangan

https://indonesiasurya.com/tongkat-gembala-berganti-pemkab-lembata-apresiasi-mgr-kopong-kung-dan-sambut-harapan-baru-uskup-monteiro

Hadir juga dalam perayaan ekaristi tersebut Camat Nagawutung, Vitalis Hubertus Wajo, S.Sos, Anggota DPRD Kab.Lembata, Yos Beda Hayon.

Yang menarik, seluruh petugas liturgi, mulai dari koor, dirigen, organis, misdinar, lektor hingga pemazmur ditangani sepenuhnya oleh para guru PGRI dari Ranting I hingga Ranting V Nagawutung.

Adapun kelima ranting tersebut meliputi puluhan satuan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang tersebar di Loang, Baopukang, Lamalewar, Liwulagang, Bata, Botu, Labalimut, Atawuwur, Tewaowutung, Penikenek, Lewopenutung, Baobolak, Pasir Putih, Mingar hingga Lolong.


Sekedar diketahui, Ranting I meliputi SDI 1 Loang, SDI 2 Loang, SDI Baopukang, TKN 1 Nagawutung, TKN 2 Nagawutung, TKK Pertiwi Baopukang, TKK Yohana Gesien, SMPN 1 Nagawutung, SMPS Berdikari, SMAN 1 Nagawutung. Ranting II meliputi SDI Lamalewar, TK Lamalewar, SDK Liwulagang, TK Liwulagang, SDI Bata, TK Bolibean. Ranting III meliputi SDK Boto, TK Don Bosko, SDI Labalimut, SMPN 2 Nagawutung, SDK Atawuwur, TK Nikolaus Atawuwur. Ranting IV meliputi SDI Twaowutung, SMPN Satap Twaowutung, TK Twaowutung, SDN Penikenek, TK Penikenek, SDK Idalolong, TK Idalolong, SDK Lewopenutung, TK Lewopenutung. Dan Ranting V meliputi SDK Baobolak, TK St. Mikael, SDI Pasir Putih, SMPN Satap Pasir Putih, SDK Mingar, SMK Genova Pasir Putih, TK St. Ursula, TK Agustinus, SDI Lolong, TK St. Clarita Lolong.

Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut terasa semakin istimewa karena bersamaan dengan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, penutup tahun liturgi Gereja Katolik.

Isi Homili: Guru sebagai Pembawa Terang dan Pendamping Kehidupan

Dalam homilinya, Pastor Yeremias Rongan Rianghepat menegaskan makna Hari Raya Kristus Raja sekaligus relevansinya dengan Hari Guru Nasional. Ia menyampaikan:

“Hari ini Gereja sejagat merayakan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, penutup tahun liturgi. Kita juga bergembira atas terpilihnya RD. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup terpilih Keuskupan Larantuka. Perayaan ini sekaligus menjadi kesempatan istimewa untuk menyapa dan menghormati para pahlawan tanpa tanda jasa—para guru—yang perjuangannya bukan di medan perang, melainkan dalam mencerdaskan kehidupan.”

Pastor Yeremias menegaskan bahwa Yesus adalah Raja yang hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani.

“Kristus adalah Raja yang tidak duduk di takhta kemegahan, namun datang untuk melayani. Ia rela menjadi korban di salib, bukan untuk menyelamatkan diri-Nya, tetapi untuk membawa manusia keluar dari kegelapan menuju hidup kekal. Ia tidak memikirkan kepentingan diri-Nya sendiri, karena misi-Nya adalah keselamatan umat manusia.”

Mengaitkan makna pelayanan Kristus dengan tugas seorang pendidik, ia menegaskan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi.

“Jika guru dilihat hanya sebagai pekerjaan yang menghasilkan nafkah, maka profesi ini kehilangan roh terdalamnya. Guru adalah pembawa terang, penyalur rahmat, dan penjaga masa depan generasi. Keringat seorang guru bukan hanya tanda lelah, melainkan pengorbanan yang memantulkan pengorbanan Kristus sendiri. Guru adalah raja. Nama mereka mungkin tidak dikenang, tetapi ajaran dan teladan merekalah yang membentuk masa depan anak-anak bangsa.”

Pastor juga menyinggung realitas tantangan di dunia pendidikan.
“Banyak guru berjuang membimbing anak orang lain, namun sering gagal mendidik anak di rumah sendiri. Ketika guru menegur atau mendisiplinkan murid, tidak jarang orang tua menyambutnya dengan marah atau penuh kecurigaan. Padahal banyak tindakan guru lahir bukan dari benci, melainkan dari cinta agar anak berjalan di jalur yang benar. Karena itu, orang tua perlu memahami tugas luhur guru, agar kerja sama demi masa depan anak dapat terjalin dengan baik.”
Mengakhiri homili, Pastor Yeremias memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pendidik.

“Gereja dapat tersenyum dan bangsa dapat maju karena ada guru yang bekerja dari pagi sampai pagi lagi, sering tanpa penghargaan yang sepadan. Namun justru karena itu mereka disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Ketika guru kuat, bangsa kuat. Ketika guru goyah, masa depan ikut goyah. Saya bangga dan mengasihi kalian—para guru yang mengubah kegelapan menjadi terang. Tuhan tidak pernah menarik cinta-Nya dari hati kalian. Selamat merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan selamat merayakan Hari Guru Nasional.”

Pertemuan Indah antara Iman dan Profesi

Perayaan Ekaristi ini bukan hanya tanda syukur atas perjalanan profesi guru, tetapi juga menjadi ajang penyegaran rohani, refleksi, dan pemulihan semangat pengabdian bagi para pendidik. Sinergi antara Gereja, pendidikan, dan masyarakat terlihat nyata melalui keterlibatan penuh guru dari semua ranting PGRI Nagawutung dalam seluruh proses liturgi.

Perayaan Ekaristi dalam rangka HGN 2025 ini menjadi pertemuan indah antara iman dan profesi. Bagi para pendidik di Kecamatan Nagawutung, misa ini menjadi sumber kekuatan baru untuk terus mengabdi dengan hati, mencerdaskan kehidupan bangsa, menabur terang, dan melanjutkan tugas Kristus Raja: melayani, membimbing, dan menyelamatkan kehidupan manusia. (Hans)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5