Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Astria Blandina Gaidaka, Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Demokrat, Kagum Dan Beri Apresiasi Festival Muro Lembata

Astria Blandina Gaidaka Politisi perempuan asal Pura Alor, hadir saat masyarakat adat lima desa pemilik wilayah Muro (Teluk) menggelar Festival Buka Muro.

Indonesiasurya
Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:37:17 WIB
Masyarakat saat buka muro

Indonesiasurya.com, Lembata - Dukungan dan apresiasi diberikan oleh Astria Blandina Gaidaka anggota DPRD Provinsi NTT Partai Demokrat atas kegiatan festival Muro yang diselenggarakan masyarakat adat desa kolongtobo kecamatan ilepae dan di fasilitasi oleh LSM Barakat

Astria Blandina Gaidaka Politisi perempuan asal Pura Alor, hadir saat masyarakat adat lima desa pemilik wilayah Muro (Teluk) menggelar Festival Buka Muro.

"Saya kagum dan memberikan apresiasi juga dukungan kepada masyarakat adat yang telah menjaga hubungan  harmonis dengan alam" ujar Astria kepada indonesiasurya.com

Festival Buka Muro dengan Ritual yang sarat nilai sakral ini merupakan cara masyarakat adat menjaga hubungan harmonis dengan alam, sekaligus menandai awal musim panen hasil laut.

Lima desa pemilik teluk Muro, yakni Dikesare, Tapo Baran, Lamatokan, Todanara, dan Kolontobo, hadir lengkap dalam prosesi adat tersebut. Upacara yang digelar setiap beberapa tahun sekali ini diyakini mampu menjaga kelestarian biota laut, serta menjadi pengingat bahwa laut bukan sekadar sumber hidup, tetapi juga bagian dari warisan leluhur yang harus dihormati.

Hadir dalam kesempatan ini, Linu Lusi mewakili Gubernur NTT, serta rombongan DPRD Provinsi di antaranya Viktor Mado Watun, Alex Ofong, Leo Lelo, dan Astria Blandina Gaidaka.

Dari pemerintah daerah, hadir Yakobus Wuwur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lembata, bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata Syafruddin Sira dan sejumlah anggota dewan lainnya, termasuk tokoh adat Sebastianus Muri.

Rangkaian Ritual
Prosesi dimulai dengan ritual minta leluhur Lewotanah yang dilaksanakan di pusat kampung (Lewokukung). Tuak putih menjadi simbol persembahan kepada leluhur, kemudian dilanjutkan dengan pau boi atau pemberian sesajian bagi “pemilik laut”.

Setelah upacara, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa syukur serta permohonan restu agar hasil laut tahun ini berlimpah.

“Ini adalah ungkapan syukur sekaligus permintaan maaf kepada alam. Jika tahun lalu ada kesalahan dari kami, maka lewat ritual ini kami memohon ampun dan restu.

Semoga hasil laut tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkap Yakobus Asan, Atamolan atau pemimpin ritual, kepada media, Jumat, (22/08)

Pandangan Generasi Muda

Anggota DPRD Provinsi NTT, Astria Blandina Gaidaka, yang turut hadir, mengaku terkesan dengan tradisi ini.

“Saya baru pertama kali menyaksikan ritual adat seperti ini. Muro ditutup selama dua tahun, dan masyarakat tidak boleh melaut sebelum dibuka secara adat. Ini luar biasa, budaya yang harus kita pertahankan,” ujarnya.

Astria juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda. “Anak-anak muda yang tumbuh di era digital perlu datang, melihat, dan melestarikan budaya kita. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi identitas dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” tambahnya.

Penjaga Harmoni Alam

Festival Muro bukan hanya seremoni adat, tetapi juga sebuah pesan kuat tentang kearifan lokal dalam menjaga ekologi laut. Dengan menahan diri untuk tidak melaut hingga waktu yang ditentukan adat, masyarakat Muro secara tidak langsung memberi kesempatan bagi ekosistem laut untuk pulih dan berkembang. (Bedos)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Hari Keempat TMMD : Pembukaan Jalan di Desa Sijarango Capai 41,50 Persen*

Dari pantauan di Lapangan, sejak pagi para anggota Satgas sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target pembu

| Minggu, 19 Juli 2026
Dibalik Seragam Loreng, Satgas TMMD Kodim 0210/TU Tingkatkan Keimanan Melalui Ibadah Minggu

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan warga di lokasi pelaksan

| Minggu, 19 Juli 2026
PLN UIP Nusra Gelar Rapat Konsinyering, Kinerja Semester I 2026 Lampaui Target

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Semester I

| Minggu, 19 Juli 2026
Listan Ingatkan Waspadai "Penumpang Gelap" dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu

| Minggu, 19 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11