Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Remaja Mesjid Dan OMK Desa Weilolon Lembata, Gelar Idul Fitri Dan Paskah.

Ketua panitia, Martinus Mamuq, menjelaskan bahwa, acara ini bukan sekadar seremonial, Malam ini bukan hanya tentang perayaan, tapi tentang hati yang dipersatukan,” ujarnya.

Indonesiasurya
Minggu, 12 April 2026 | 18:37:53 WIB
Foto

Lembata - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat di Lapangan Kawang Moleng, Desa Wailolong, Kecamatan Omesuri, Jumat (10/4/2026). 

Warga dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam satu momen yang langka namun sarat makna: Silaturahmi Paskah dan Halal Bihalal.

Di bawah langit Lembata yang tenang, tawa, sapa, dan pelukan menjadi bahasa yang paling jujur. Tak ada sekat. Semua larut dalam semangat persaudaraan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara remaja masjid, Orang Muda Katolik (OMK), pemerintah desa, serta tokoh agama dan masyarakat. 

Ketua panitia, Martinus Mamuq, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi ruang untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kembali nilai kebersamaan pasca perayaan Idulfitri dan Paskah.

Malam ini bukan hanya tentang perayaan, tapi tentang hati yang dipersatukan,” ujarnya.

Selain doa bersama dan ceramah rohani, kegiatan juga diisi dengan malam amal. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pembangunan rumah ibadat, termasuk masjid—sebuah simbol nyata bahwa gotong royong lintas iman masih hidup dan tumbuh di Wailolong.

Pesan menyentuh datang dari Pastor Paroki St. Fransiskus Balauring, Pater Maksimus Labut Rao. Dalam siraman rohaninya, ia mengajak seluruh hadirin untuk melihat sesama sebagai wajah Tuhan.

“Kalau kita melihat sesama dengan kasih, kita sedang melihat Tuhan hadir di dalam diri mereka. Maka perlakukanlah satu sama lain dengan hormat dan cinta,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kontribusi nyata bagi daerah. Bukan tentang apa yang didapat, tetapi apa yang bisa diberikan untuk kemajuan Lembata.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Ia mengangkat makna halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang mampu menyatukan agama dan budaya. Menurutnya, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan jika disatukan oleh nilai-nilai bersama.

“Seperti dalam matematika, pecahan yang berbeda hanya bisa dijumlahkan jika penyebutnya sama. Dalam kehidupan berbangsa, penyebut itu adalah Pancasila,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengaitkan pesan IdulFitri dan Paskah sebagai simbol transformasi—dari keterbatasan menuju kemajuan, dari lama menuju pembaruan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat kebersamaan ini sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih baik.

Malam itu, Wailolong bukan hanya menjadi tempat pertemuan, tetapi juga ruang harapan. Harapan bahwa perbedaan akan selalu menemukan jalannya untuk bersatu, dan bahwa dari desa kecil ini, nilai besar tentang persaudaraan bisa terus tumbuh dan menginspirasi.

Di tengah gemuruh dunia yang sering kali terpecah, Wailolong memberi pelajaran sederhana: bahwa kasih dan kebersamaan selalu punya cara untuk menang (ProkompimPemKabLembata)



Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7