Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Angka stunting di Lembata turun drastis, dari 22,2 % tahun 2022 kini tertinggal 7.0% tahun 2024

Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas capaian keberhasilan ini. Dan ini menunjukkan kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan yang ada di Lembata berjalan secara baik.

Indonesiasurya
Jumat, 11 Oktober 2024 | 10:03:22 WIB
Kepala bapelitbangda Lembata

Lembata,Indonesiasurya.com - Langkah pemerintah kabupaten Lembata untuk mencapai target Zero Stunting Tahun 2024, dengan Pendekatan KAIROS. 

Baca juga ; https://indonesiasurya.com/ra-penjual-kosmetik-di-lembata-ditahan-kejaksaan-dan-terancam-12-tahun-penjara

Hal ini dikatakan Kepala Badan (Kaban) Perencanaan, Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah,(bapelitbangda) drh. Matias Beyeng, mewakili Penjabat Bupati Lembata membuka kegiatan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting Tingkat Kabupaten Lembata di Ballroom Resto Olimpic Lewoleba, Rabu (9/10/2024). 

Dalam sambutan Pj Bupati yang dibacakan Kepala Bapelitbangda Matias Beyeng, menjelaskan pentingnya evaluasi terhadap upaya intervensi spesifik dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Lembata. 

"Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dimana target Nasional di Tahun 2024  harus berada di angka 14%", jelas Pj Bupati dalam sambutan yang dibacakan. 


Kabupaten Lembata sendiri dari hasil pencatatan dan pelaporan aplikasi e-PPGBM, angka prevalensi stunting di tahun 2021 sebesar 22,2%, pada tahun 2022 sebesar 15,9% dan pada tahun 2023 sebesar 9,4%. Sedangkan pada tahun 2024 periode September sebesar 7,0%, yang diukur dari jumlah balita  sebanyak 8.152 anak dengan jumlah sasaran 8.805 anak. 


Dari data ini, kata Beyeng, upaya pencegahan dan penurunan stunting di Lembata berjalan baik, sehingga mengalami penurunan angka stunting yang signifikan pada bulan Juli 2024 sebesar 7,5%, malampau target RPJMN Kementerian Kesehatan di tahun 2024 sebesar 14%.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas capaian keberhasilan ini. Dan ini menunjukkan kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan yang ada di Lembata berjalan secara baik. Saya berharap angka 7,0% dapat dituntaskan di akhir Desember 2024 menjadi 0,0 atau zero stunting di daerah ini", ujarnya. 

Untuk mencapai zero stunting, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Lembata di tahun 2024 adalah program tanpa menggunakan APBD, tetapi menggunakan pendekatan pola orang tua asuh melalui komunitas zero stunting (KAIROS) yang meliputi 10-15 rumah tangga. 


"Pendekatan KAIROS adalah pendekatan parsial yang dilakukan melalui lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang menyasar RT/Dasawisma PKK", terang Pj Bupati Paskalis. 

Karena itu, Pj bupati menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan proses jangka panjang yang memerlukan komitmen bersama untuk mewujudkan Lembata yang bebas stunting, sehat dan berkualitas. 

"Saya berharap agar semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Apalagi tugas besar kita ke depan adalah memutus mata rantai persoalan stunting di tengah masyarakat, karena ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, tetapi tugas dan tanggungjawab bersama", ucap Pj Bupati dalam sambutannya. 


Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Sosial KB, Markus Labi, Kadis Kesehatan dr. Goerillya Huar Nonig dan peserta kegiatan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15