Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Lembata Promosikan “Hidden Gem” Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan

“Pariwisata Lembata dibangun dari keaslian, budaya, alam, dan masyarakatnya. Ini bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman,” ujar Bupati Kanis dalam forum tersebut.

Indonesiasurya
Senin, 13 April 2026 | 07:49:57 WIB
Foto

Kupang — Kehadiran Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam pembukaan Festival Lamaholot di GOR Oepoi, Jumat (10/4/2026), tak sekadar seremoni budaya. Di balik itu, terselip agenda strategis: memasarkan potensi pariwisata Lembata yang selama ini disebut sebagai the authentic hidden gem di Nusa Tenggara Timur.

Dalam seminar yang menghadirkan sejumlah kepala daerah seperti Antonius Doni Dihen dan Sekda Alor Obeth Bolang, Bupati Kanis Tuaq memaparkan arah pembangunan pariwisata Lembata dalam kerangka RPJMD 2025–2029. 

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan ekonomi kerakyatan berbasis nelayan, tani, dan ternak.

“Pariwisata Lembata dibangun dari keaslian, budaya, alam, dan masyarakatnya. Ini bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman,” ujar Bupati Kanis dalam forum tersebut.

Paparan Bupati Lembata mengungkap dua wajah pariwisata daerahnya. Di satu sisi, kunjungan wisatawan nusantara menunjukkan tren positif. Data Dinas Pariwisata mencatat lonjakan dari 36.831 kunjungan pada 2024 menjadi 42.265 pada 2025, kenaikan yang dipicu oleh event seperti Festival Lamaholot dan penguatan destinasi desa wisata.

Namun, di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara justru mengalami penurunan tajam hingga 80,71 persen pada 2025. Faktor minimnya kunjungan kapal pesiar dan keterbatasan event akibat efisiensi anggaran disebut sebagai penyebab utama.

Kontras ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana strategi promosi pariwisata Lembata benar-benar menjangkau pasar global?

Dalam presentasinya, Bupati Kanis Tuaq secara terbuka membandingkan posisi Lembata dengan Labuan Bajo. Jika Labuan Bajo telah unggul dalam infrastruktur, branding digital, dan kualitas SDM, maka Lembata masih menghadapi sejumlah kendala klasik.

"Aksesibilitas dan amenitas yang terbatas, promosi digital yang belum terintegrasi, ekosistem ekonomi kreatif yang belum optimal, dan kualitas SDM pariwisata yang masih perlu ditingkatkan," ungkap Bupati Kanis.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keunikan Lembata justru terletak pada autentisitasnya, mulai dari tradisi perburuan paus di Lamalera, pasar barter Wulandoni, hingga bentang alam seperti Pulau Awololong dan kawasan geothermal Watuwawer.

Pemerintah Kabupaten Lembata menempatkan penguatan sektor pendukung pariwisata sebagai salah satu dari 20 program prioritas unggulan. Strateginya meliputi: Pengembangan desa wisata (12 desa dan 3 kawasan wisata), Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, Promosi melalui event daerah dan nasional, Kolaborasi dengan sektor swasta, dan Digitalisasi pemasaran melalui platform media sosial resmi.

Festival Lamaholot sendiri diposisikan sebagai bagian dari upaya konsolidasi besar masyarakat Lamaholot lintas wilayah, termasuk Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Alor, untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Meski arah kebijakan terlihat jelas di atas kertas, tantangan implementasi tetap menjadi pekerjaan rumah. Infrastruktur dasar, konektivitas transportasi, hingga konsistensi penyelenggaraan event dinilai akan menjadi penentu keberhasilan.

Kehadiran langsung Bupati Lembata dalam forum ini setidaknya mengirim sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin mengambil peran aktif, bukan sekadar simbolik, dalam mengangkat pariwisata sebagai motor ekonomi baru.

Festival Lamaholot pun kini tak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga arena uji bagi keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab satu pertanyaan mendasar, apakah Lembata siap naik kelas dari destinasi tersembunyi menjadi tujuan wisata unggulan? (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10