Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Di Puncak Hari Guru Nasional, Bupati Lembata Serukan Transformasi Pendidikan: Guru Hebat, Indonesia Kuat!

Upacara apel yang dipusatkan di halaman SMPS St. Pius X Lewoleba, Selasa (25/11), menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan kembali peran strategis guru di tengah perubahan besar dunia pendidikan

Indonesiasurya
Selasa, 25 November 2025 | 19:14:53 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Lembata - Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 sekaligus HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Lembata berlangsung khidmat namun penuh sukacita.

Upacara apel yang dipusatkan di halaman SMPS St. Pius X Lewoleba, Selasa (25/11), menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan kembali peran strategis guru di tengah perubahan besar dunia pendidikan.


Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, tampil sebagai pembina dalam upacara apel yang dihadiri unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua IGI Lembata, serta para Kepala Sekolah, perwakilan guru dan para siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanatnya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa momentum HGN bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan moral untuk memperkuat keteladanan, profesionalisme, dan daya juang para pendidik.

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh syukur. Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi penegasan kembali tugas mulia guru mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.


Mengusung tema nasional 'Guru Hebat, Indonesia Kuat' dan tema HUT ke-80 PGRI 'Guru Bermutu Indonesia Maju: Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas,' Bupati Tuaq menekankan bahwa kualitas guru merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.

Ia merinci tiga karakter guru masa depan: Pertama, Mengajar dengan hati, tidak hanya memberikan ilmu tetapi menanamkan nilai Pancasila. Kedua, Adaptif terhadap teknologi, tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Ketiga, Tergerak untuk berinovasi, menciptakan ruang belajar inklusif, kreatif, dan bebas diskriminasi.

“Kedua tema ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk memperkuat budaya keteladanan, berbagi praktik baik, dan mendorong transformasi ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” kata Bupati.


Bupati Kanis Tuaq menyoroti derasnya arus perubahan yang tengah melanda sistem pendidikan global, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital yang membuat kompetensi guru harus selalu diperbarui.

“Perubahan ini mengharuskan kita semua untuk tidak berhenti belajar. Guru harus terus berinovasi, berpikir terbuka, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan PGRI sebagai 'rumah besar para pendidik' agar terus berkonsolidasi, memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan guru, sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah persoalan yang masih dirasakan para guru, terutama terkait tata kelola administrasi, distribusi guru yang timpang, dan persoalan kesejahteraan yang kerap mengganggu fokus pendidik.

Ia menekankan pentingnya ketertiban administrasi di tingkat sekolah dan individu guru agar tidak menimbulkan masalah yang menghambat karier maupun layanan pendidikan.

“Namun kami tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Pemerintah ingin memastikan guru berada di garis terdepan menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa dunia pendidikan sedang bergerak ke arah paradigma baru. Kemampuan hafalan tidak lagi menjadi tolok ukur utama. Yang dibutuhkan adalah pemikiran kritis, kreativitas, karakter, dan kemampuan adaptasi.

Karena itu, ia mendorong para guru untuk membuka diri terhadap pembaruan, memperkuat inovasi pembelajaran, dan membangun karakter peserta didik secara konsisten.

“Guru bukan lagi sekadar sumber pengetahuan, tetapi fasilitator, pembimbing, dan inspirator. Kita harus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi tangguh dan berkarakter,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Kanis Tuaq berharap HGN dan HUT PGRI tahun ini menjadi pemicu untuk memperkokoh solidaritas profesi guru di seluruh Kabupaten Lembata.

“Mari kita jadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama: guru, pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Demi terwujudnya Lembata dan Indonesia yang lebih cerdas, berdaya saing, dan bermartabat,” tutupnya.

Upacara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan apresiasi GTK kepada guru berprestasi dan penerimaan piagam penghargaan apresiasi Mohammad Syafei Awards dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).(prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Stok Obat Di Gudang Dinas Kesehatan Ada, Plt.Kadis Kesehatan "Tidak Benar Kalau Dibilang Kosong"

Ada 69 Koli obat di gudang farmasi dinas kesehatan, tinggal permintaan dari puskesmas maka, kami akan diatribusikan ke m

| Selasa, 02 Juni 2026
Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 51