Pendidikan, Lembata -
Dampak Cuaca Ekstrem talut penahan Gedung Sekolah Dasar Swasta (SDS) Katolik Lamanunang, yang terletak di Dusun Lamanunang, Desa Dulir, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, ambrol dan membahayakan fasilitas pendidikan tersebut.
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir merespons cepat, didampingi kadis pendidikan turun lapangan melihat dari dekat kerusakan yang diakibatkan oleh alam tersebut.
Kehadiran Wakil Bupati yang didampingi Kadis pendidikan guna mengevaluasi situasi di lapangan dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang efektif guna memastikan kelangsungan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Wakil Bupati Nasir menegaskan bahwa perbaikan talut harus dilakukan dengan segera, mengingat SDS Katolik Lamanunang merupakan sarana pendidikan vital bagi 17 siswa di Dusun Lamanunang.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Kita harus memastikan bahwa kondisi bangunan tetap mendukung proses pendidikan yang berkualitas, terutama bagi anak-anak yang ada di desa ini,” ujarnya.
Kepala Sekolah SDS Katolik Lamanunang, Maria Florince Gone, menyampaikan bahwa gedung sekolah yang dibangun sejak tahun 1970-an ini sudah menjadi bagian penting dari komunitas lokal.
"Meskipun sekolah kami tergolong kecil, namun perannya sangat besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Kami berharap kerusakan ini dapat segera ditangani agar siswa bisa kembali belajar dengan tenang," ungkapnya.
Sementara Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR Lembata Petrus Pati Kolin, menginformasikan bahwa perbaikan talut akan dibiayai melalui dana darurat BPBD.
"Kami sedang melakukan penghitungan volume pekerjaan dan merancang langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk pemasangan dan pengamanan talut agar proses perbaikan bisa segera dilakukan tanpa mengganggu kegiatan sekolah," jelasnya.
Kepala dinas pendidikan Lembata, Wenslaus Ose Pukan.,S.Sos.,M.AP pada kesempatan tersebut memgatakan, perbaikan takut sekolah ini akan menjadi prioritas agar gedung ini menjadi tempat yang nyaman untuk proses belajar mengajar.
"Kita mengambil langkah segera agar, proses belajar mengajar di sekolah ini terus berjalan dan tidak terhambat" ujar Wens Pukan.