Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Listrik Padam. Wakil Rakyat Diam Ketika Kedang Ditinggalkan dalam Gelap

Penulis Lambertus Laba Leumara

Indonesiasurya
Kamis, 17 April 2025 | 16:06:25 WIB
Lambertus Laba Leumara

Kecamatan Omesuri dan Buyasuri di Kabupaten Lembata-yang secara budaya dikenal sebagai wilayah Kedang-belakangan ini kembali dirundung masalah yang belum kunjung selesai terkait pemadaman listrik oleh PLN yang terjadi secara berulang. tiba-tiba. dan tanpa penjelasan yang memadai. 

Masalah ini bukan hanya soal teknis. melainkan telah berkembang menjadi persoalan struktural sosial dan politis yang mengganggu sendi-sendi kepercayaan masyarakat terhadap negara dan para wakilnya

Pihak PLN berdalih bahwa gangguan listrik disebabkan oleh pohon- pohon kemiri kelapa pisang dan jenis vegetasi lainnya yang menyentuh kabel saluran listrik.

Ketika ranting patah dan menyentuh kabel jaringan terputus. Solusinya? Putuskan sambungan Pemadaman sepihak dilakukan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Ini cara yang tidak adil apalagi dalam konteks pelayanan publik. Padahal pohon-pohon tersebut adalah milik rakyat. Kemiri dan kelapa bukan sekadar tumbuhan liar. melainkan aset produktif yang menopang ekonomi keluarga. Ketika masyarakat diminta untuk mengizinkan penebangan mereka pun menuntut hak yang wajar kompensasi. Namun hingga hari ini belum ada kejelasan apakah PLN sebagai BUMN memiliki skema anggaran untuk memberikan ganti rugi terhadap tanaman produktif yang ditebang demi jalur listrik.

Masalah menjadi semakin kompleks karena tidak ada kejelasan komunikasi dan koordinasi dari pihak PLN kepada masyarakat maupun pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan kebingungan. kekecewaan bahkan konflik sosial yang tidak perlu

Di tengah kondisi ini pertanyaan terbesar muncul Di mana peran para wakil rakyat?

Wilayah Kedang memiliki delapan anggota DPRD yang saat ini duduk di Peten Ina (DPRD Kabupaten Lembata). Namun dalam polemik listrik yang terus mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. hanya satu nama yang tampak aktif menyuarakan keresahan warga Khaidir Robi

Ia hadir mendengar dan mencoba menjembatani persoalan ini di tingkat kebijakan daerah.

Sementara tujuh anggota dewan lainnya memilih diam. Tidak ada pernyataan publik. tidak ada inisiatif bertemu PLN. tidak ada langkah nyata di tengah krisis kecil yang berdampak besar. Sikap abai seperti ini menciptakan jarak antara rakyat dan para wakilnya. Mereka yang seharusnya menjadi corong aspirasi justru menutup telinga saat suara rakyat paling membutuhkan gema.

Kita tidak sedang bicara soal ketidakpuasan semata. Ini tentang pelanggaran terhadap tanggung jawab moral dan konstitusional Wakil rakyat bukan hanya penonton dari atas panggung kekuasaan. Mereka adalah bagian dari sistem pelayanan publik yang seharusnya hadir aktif proaktif dan berpihak kepada rakyat-terutama dalam persoalan dasar seperti listrik.

Jika pemadaman listrik terus dibiarkan tanpa solusi sistematis. dan jika DPRD gagal mengawal masalah ini. maka bukan hanya arus listrik yang padam. Yang ikut padam adalah kepercayaan rakyat terhadap lembaga yang seharusnya mewakili suara mereka.

Masyarakat Kedang adalah masyarakat yang cerdas dan sabar Tapi kesabaran itu tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan. Hari ini mereka diam. tapi mereka mencatat. Dan ketika pemilu berikutnya datang mereka akan memilih bukan lagi karena janji. tapi berdasarkan rekam jejak.

Karena ketika wakil rakyat lupa siapa yang mereka wakili. maka rakyat juga berhak untuk mengingat siapa yang seharusnya tidak lagi dipilih

Tentang Penulis:

Lambertus Laba Leumara atau Berto. adalah praktisi kuliner dan penulis asal Lembata yang aktif menulis di Kompasiana. membagikan refleksi tentang hidup. kerja. dan isu sosial.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7