Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


PLN Manfaatkan FABA PLTU Jeranjang Jadi Batako Ramah Lingkungan untuk Fasilitas Umum dan Sekolah

Kepala Desa Eyat Mayang, Imam Zulhakim, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah memberikan bantuan secara penuh selama proses pembangunan.

Indonesiasurya
Jumat, 05 September 2025 | 12:07:15 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Mataram, 4 September 2025 - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program CSR PLN Peduli memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang menjadi bahan baku pembuatan batako ramah lingkungan. Inovasi ini dikerjakan bersama UMKM yang bergerak di bidang produksi batako FABA.

Sebanyak 50 ton FABA yang berasal dari sisa pembakaran batubara yang merupakan bahan bakar PLTU Jeranjang diolah menjadi 10.000 batako. Batako yang diolah dari FABA ini kemudian disalurkan untuk mendukung pembangunan fasilitas umum di beberapa lokasi yang berada di Lombok barat, diantaranya aula di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Eyat Mayang dan pembangunan kantin di SMKN 2 Lembar.

Pembangunan Aula TPU Desa Eyat Mayang, lombar telah memanfaatkan sebanyak 3.000 batako. Sedangkan, untuk pembangunan kantin SMKN 2 Lembar memanfaatkan 4.000 batako. Sehingga total batako FABA yang dimanfaatkan melalui program ini sebanyak 7.000 batako dan sebagian lagi akan disalurkan ke Desa Labuhan Lereng untuk pembangunan Mushola Al Mujahidin.

Kepala Desa Eyat Mayang, Imam Zulhakim, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah memberikan bantuan secara penuh selama proses pembangunan. Bangunan aula ini, kata Imam, merupakan permintaan langsung dari warga di desanya.

"Terima kasih kepada PLN yang sudah memberikan bantuan batako dari FABA ini. Sangat bermanfaat bagi warga, karena aula ini sudah lama menjadi harapan masyarakat. Sekarang progres pembangunan sudah mencapai 80 persen, tinggal pemasangan keramik dan teralis. Alhamdulillah, material yang diberikan berkualitas dan sesuai kebutuhan warga," ujar Imam Zulhakim.

Ucapan terima kasih juga datang dari Kepala Sekolah SMKN 2 Lembar, Guplin, yang menyatakan bahwa batako FABA sangat membantu pembangunan kantin yang layak bagi siswa.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan batako FABA dari PLN. Kualitasnya sangat bagus, hampir mirip dengan batako semen pada umumnya. Alhamdulillah, sekarang kami bisa membangun kantin yang layak, yang sebelumnya hanya berupa gubuk," kata Guplin.

Program pemanfaatan FABA merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung pengelolaan FABA menjadi produk bernilai guna. FABA, yang masuk dalam kategori limbah non-B3 ini, menjadi bahan baku alternatif ramah lingkungan dan bernilai tambah, sekaligus membantu UMKM lokal untuk tumbuh.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa FABA yang dihasilkan PLTU termasuk dalam kategori limbah yang aman untuk dimanfaatkan dalam berbagai produk konstruksi.

"Pemanfaatan FABA menjadi batako adalah bentuk komitmen PLN dalam mengelola lingkungan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. FABA terbukti aman digunakan karena termasuk kategori non-B3, dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan material konvensional. Ke depan, PLN akan terus mendorong pengembangan inovasi berbasis FABA agar semakin banyak fasilitas umum dan masyarakat yang merasakan manfaatnya," kata GM Rizki.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Anggaran Terbatas, Tahun 2026 Di Lembata Nyaris Tak Ada Paket Proyek Yang Di Tender

Paket pekerjaan apbd tahun 2026 lebih pada pengadaan langsung karena, pagu di bawah 200 juta dengan metode e-katalog" un

| Rabu, 03 Juni 2026
Stok Obat Di Gudang Dinas Kesehatan Ada, Plt.Kadis Kesehatan "Tidak Benar Kalau Dibilang Kosong"

Ada 69 Koli obat di gudang farmasi dinas kesehatan, tinggal permintaan dari puskesmas maka, kami akan diatribusikan ke m

| Selasa, 02 Juni 2026
Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12