Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gerakan Lembata Bebas Rabies 2030 Resmi Dicanangkan, Bupati Kanis Tuaq Ajak Warga Ubah Pola Pikir dan Wajibkan Vaksinasi

Tahun 2025 kembali menelan satu korban jiwa di Lebatukan. ​Bahkan, data dari Januari hingga Juli 2025 menunjukkan adanya 941 kasus gigitan, dengan satu kasus berakibat fatal.

Indonesiasurya
Selasa, 30 September 2025 | 15:39:10 WIB
Foto

Indonesiasurya.con, Bokibean - Pemerintah Kabupaten Lembata secara resmi meluncurkan Gerakan Lembata Bebas Rabies 2030 sebagai respons serius terhadap ancaman penyakit mematikan di wilayah Lembata.

Pencanangan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Rabies Sedunia, Minggu (28/9), yang dipusatkan di Desa Bolibean, Kecamatan Nagawutun.

​Dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, acara tersebut ditandai dengan serangkaian kegiatan mulai dari perayaan Ekaristi, sosialisasi mendalam, vaksinasi masal hewan peliharaan, penandatanganan Peraturan Desa (Perdes) tentang kesehatan, hingga deklarasi komitmen bersama.

Pencanangan ini menekankan perlunya perubahan mindset kolektif masyarakat dan rutinitas vaksinasi sebagai kunci utama mencapai target bebas rabies.

​Dalam sambutannya yang disampaikan setelah tarian adat khas Bolibean, Bupati Tuaq menegaskan bahwa rabies yang di masyarakat dikenal sebagai 'penyakit anjing gila' adalah ancaman serius yang menyerang sistem saraf dan berujung pada kematian.

​Data kasus rabies di Lembata sendiri menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. ​Tahun 2018 tercatat satu korban jiwa meninggal. ​Tahun 2024 terjadi dua kasus di Nubatukan dan Atadei. ​

Tahun 2025 kembali menelan satu korban jiwa di Lebatukan. ​Bahkan, data dari Januari hingga Juli 2025 menunjukkan adanya 941 kasus gigitan, dengan satu kasus berakibat fatal.

​"Rabies masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Januari hingga Juli tahun ini saja sudah ada 941 gigitan, bahkan satu orang meninggal. Ini menjadi perhatian serius kita semua," tegas Bupati.

​Meski upaya vaksinasi sudah digencarkan, Bupati mengungkapkan bahwa cakupan vaksinasi rabies di Lembata baru mencapai sekitar 48 hingga 50 persen, jauh di bawah target ideal 70 persen populasi anjing.

Hambatan utama yang dihadapi petugas adalah keengganan dan penolakan sebagian pemilik anjing.

​"Banyak pemilik anjing masih menghindar saat petugas datang. Mulai hari ini, saya ajak kita semua berubah mindset. Jangan anggap enteng rabies. Ini penyakit mematikan, dan vaksinasi adalah langkah paling murah sekaligus efektif," ujar Bupati.

​Gerakan Lembata Bebas Rabies 2030 ditekankan bukan sekadar acara seremonial, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui pendekatan One Health, sebuah konsep yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

​"Cintai Lembata mulai dari langkah kecil, vaksin anjing kita. Jika kita lakukan secara rutin dan bersama-sama, saya yakin tahun 2030 kita bisa mendeklarasikan Lembata bebas rabies,” ungkapnya optimis.

​Selain fokus pada kesehatan, Bupati Tuaq juga menggarisbawahi program unggulan pemerintah di sektor lain yang akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan citra positif Lembata:

​Sektor Ekonomi Produktif: Pemerintah berkomitmen mendorong pengembangan usaha ayam pedaging. Program ini mencakup penyediaan hilirisasi komprehensif, mulai dari pakan, pengolahan, hingga sistem pemasaran berbasis timbang yang diyakini lebih adil dan menguntungkan peternak.

​Pengembangan Destinasi Pariwisata Terpadu: Pemerintah telah meluncurkan Kartu Pariwisata Lembata. Kartu ini berfungsi sebagai identitas dan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan, memperkuat promosi, meningkatkan pelayanan, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal.

​Keberhasilan dalam pengendalian rabies diharapkan akan mendukung citra positif Lembata sebagai daerah yang aman dan sehat, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

​Pencanangan diakhiri dengan penyerahan disinfektan rabies secara simbolis, pelaksanaan vaksinasi anjing milik warga Desa Bolibean, dan penandatanganan Perdes tentang kesehatan, mengukuhkan tekad pemerintah dan masyarakat Lembata untuk mencapai target bebas rabies pada tahun 2030. (prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3