Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


SMAS PGRI Swastika Lewoleba: Rumah Tua yang Menyimpan Kisah di Usia 57 Tahun

Oleh: Yohanes Paulus Pito Koban, S. Fil, mantan guru SMAS PGRI Swastika Lewoleba

Indonesiasurya
Sabtu, 01 Februari 2025 | 20:39:21 WIB
Foto sekolah PGRI Lewoleba

INDONESIASURYA.COM - Di jantung kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia pendidikan di daerah ini. Bangunan itu adalah SMAS PGRI Swastika Lewoleba, sebuah sekolah yang tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-57.

SMAS PGRI Swastika Lewoleba bukanlah sekadar bangunan tua. Ia adalah rumah bagi ribuan siswa yang telah menimba ilmu di sana. Ia adalah tempat di mana cita-cita generasi muda Lembata mulai tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, SMAS PGRI Swastika Lewoleba adalah bagian dari sejarah panjang pendidikan di Kabupaten Lembata.

Sejarah Panjang yang Terukir

SMAS PGRI Swastika Lewoleba didirikan pada tahun 1966, saat semangat perjuangan untuk mencerdaskan bangsa tengah berkobar di seluruh pelosok negeri. Sekolah ini menjadi salah satu pionir pendidikan menengah atas di Kabupaten Lembata. Pada awal berdirinya, sekolah ini masih sangat sederhana, dengan fasilitas yang terbatas. Namun, semangat para guru dan siswa untuk belajar dan mengajar sangat tinggi.

Tahun demi tahun berlalu, SMAS PGRI Swastika Lewoleba terus berkembang. Bangunan sekolah yang dulu sederhana kini telah menjadi bangunan yang megah dan modern. Fasilitas sekolah pun semakin lengkap, sehingga menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah dari SMAS PGRI Swastika Lewoleba, yaitu semangat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda Lembata.

Kontribusi Nyata bagi Masyarakat

Selama 57 tahun berdiri, SMAS PGRI Swastika Lewoleba telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Lembata. Ribuan alumni sekolah ini telah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di mancanegara. Mereka menjadi tokoh-tokoh penting di berbagai bidang, seperti pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain.

SMAS PGRI Swastika Lewoleba juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sekolah ini sering mengadakan kegiatan bakti sosial, seminar, dan workshop untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa SMAS PGRI Swastika Lewoleba tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Tantangan dan Harapan

Usia 57 tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah lembaga pendidikan. SMAS PGRI Swastika Lewoleba telah melewati berbagai tantangan dan rintangan. Namun, sekolah ini selalu berhasil bangkit dan terus berkembang.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh SMAS PGRI Swastika Lewoleba saat ini adalah bagaimana cara untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman. Era globalisasi dan teknologi informasi menuntut sekolah untuk terus berinovasi dan beradaptasi. SMAS PGRI Swastika Lewoleba harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di dunia kerja.

Di usia yang ke-57 ini, SMAS PGRI Swastika Lewoleba memiliki harapan besar untuk terus menjadi yang terbaik. Sekolah ini ingin terus menjadi rumah bagi generasi muda Lembata untuk meraih mimpi-mimpinya. SMAS PGRI Swastika Lewoleba ingin terus menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di Kabupaten Lembata.

Penutup

SMAS PGRI Swastika Lewoleba adalah rumah tua yang menyimpan banyak kisah. Ia adalah saksi bisu perjalanan panjang pendidikan di Kabupaten Lembata. Di usia yang ke-57 ini, SMAS PGRI Swastika Lewoleba terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda Lembata. Semoga SMAS PGRI Swastika Lewoleba terus menjadi rumah bagi generasi muda untuk meraih mimpi-mimpinya. ***


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Pemda Lembata Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa Desa Babokerig Nagawutung

pentingnya penguatan mitigasi, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru yang berpotensi menimbulkan risiko lanju

| Jumat, 17 April 2026
Kembangkan Program Jambu Mete, Pemda Lembata Bangun Sektor Perkebunan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman jambu mente sekaligus menyediakan sumb

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,KEPSEK ALIM BAHARI BERI TANGGAPAN

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
BSKDN Validasi dan Verifikasi Kinerja Pemda Lembata Dalam Upaya, Turunkan Angka Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan berbagai program strategis, seperti pelatihan keterampilan kerja, pengemban

| Kamis, 16 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6