Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wujudkan Transisi Energi Melalui Pengembangan PLTP Mataloko, Ulumbu, Atadei, dan WKP di NTT Harus Digunakan dengan Baik dan Memberi Kesejahteraan Bagi Masyarakat

Pri Utami menegaskan, berdasarkan penelitian telah ditetapkan bahwa geothermal bukanlah tambang. Aktivitas eksplorasi geothermal dilakukan dengan memanfaatkan energi panas bumi yang terbarukan, bukan mengeksploitasi sumber daya alam terbatas.

Indonesiasurya
Selasa, 29 April 2025 | 20:20:24 WIB
Foto bersama

Kupang, 29 April 2025, Indonesiasurya.com - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung ikhtiar PT PLN (Persero) dan pengembang panas bumi dalam mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di NTT.

Imbauan itu ia serukan usai menggelar audiensi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), para pengembang panas bumi, bupati setempat, serta kelompok pemerhati lingkungan WALHI dan elemen masyarakat dari JPIC SVD.

Audiensi ini dilakukan pada Senin, 28 April 2025, sehubungan dengan isu-isu sosial yang berkembang di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

"Kami bersyukur banyak masukan baik untuk dilakukan ke depan. Melalui energi panas bumi ini kami percaya bahwa ini anugerah Tuhan yang harus digunakan dengan baik dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," ucap Emanuel.

Sehubungan dengan isu sosial yang menyertai pengembangan geothermal di NTT, kata Emanuel, PLN sudah menjabarkan detail permasalahan dan isu dampak, kemudian telah disepakati beberapa langkah penanganan yang strategis sehingga dampak yg dirasakan atau ditakutkan masyarakat bisa terpecahkan.

"Kami akan membentuk semacam tim kerja yang akan terdiri dari semua unsur dari pemda, PLN, pengembang, keuskupan dan LSM agar PLTP ke depan bisa lebih kokoh dan menjadi contoh panas bumi bagi Indonesia," kata Emanuel.

Senada dengan Gubernur NTT, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, yang turut hadir dalam audiensi itu, mengungkapkan bahwa rapat diakhiri dengan komitmen seluruh pihak terkait dalam menjalankan segala usulan yang telah disepakati.

"Kita, di antaranya, merencanakan untuk nanti uji petik di lokasi. Pak Gubernur sudah menyimpulkan seperti itu. Dan tadi ada beberapa kesimpulan yang menghantarkan solusi," kata Eniya Listiani.

Di samping itu, Dirjen Eniya juga menjelaskan bahwa audiensi turut membahas penanganan potensi semburan panas bumi. Potensi ini, kata Dirjen Eniya, dapat diolah menjadi destinasi ekowisata atau geopark yang mampu mendongrak perekonomian daerah.

"Upaya yang lain dari sisi pemerintah, kita simpulkan bahwa peraturan dari Kementerian ESDM untuk pemanfaatan langsung, seperti semburan itu, peraturannya akan segera kita putuskan," katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Yasir, menjelaskan bahwa PLN bertanggung jawab menyediakan listrik andal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Flores.

"Flores, saat ini, daya mampunya sekitar 104 MW. Sedangkan beban kita sudah mencapai 96 MW, jadi cadangan cuma sedikit. Itupun disuplai rata-rata dari fosil yang beberapa tahun ke depan wajib dikurangi" ujar GM Yasir.

Geothermal, kata GM Yasir, merupakan sustainability energy yang memungkinkan Flores untuk lepas dari ketergantungan fosil, sehingga lebih ramah lingkungan dan subsidi dapat dialihkan ke sektor potensial lainnya.

"Kita harus mengutamakan ketahanan energi. Dengan menghasilkan energi, tadi Pak Gubernur sudah menggarisbawahi, bahwa industri harus hadir di NTT, karena dengan begitu ekonomi bisa tumbuh," ucap GM Yasir.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Geothermal Indonesia dari UGM, Pri Utami, menerangkan bahwa area panas bumi yang selama ini ada di Indonesia merupakan rahmat dan anugrah dari Tuhan, telah bertahun-tahun diteliti ahli geothermal sehingga menjadi sebuah WKP.

"Maka dalam hal urusan panas bumi kita harus melihat adanya benang merah antara kebijakan moyang kita untuk melestarikan lingkungan dengan semangat pelestarian lingkungan, kelanjutan kehidupan, bahkan peningkatan kesejahteraan bagi manusia sekarang," ucap Pri Utami.

Pri Utami menegaskan, berdasarkan penelitian telah ditetapkan bahwa geothermal bukanlah tambang. Aktivitas eksplorasi geothermal dilakukan dengan memanfaatkan energi panas bumi yang terbarukan, bukan mengeksploitasi sumber daya alam terbatas. Dengan demikian, kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat digapai.

"Pasti akan muncul manifestasi seperti lubang uap panas, lumpur, suara gemuruh dan bau belerang. Ini perlu diperhatikan dan dikelola agar bisa dijaga keamanannya dan bahkan bisa saja menjadi tempat wisata, pemanas atau pengering hasil pertanian, dan pembangkit listrik," kata Pri Utami.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Pemkab Lembata Sambut Program Desa Binaan Imigrasi, Dorong Pekerja Migran yang Legal dan Aman

Program Desa Binaan Imigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat desa tentang prosedur keimigra

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7