Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Disambut Hangat Warga Desa Nua Wogo, Tua Adat Ajak PLN Bersinergi Kembangkan Desa Wisata

Yohanes juga menyinggung potensi wisata budaya Desa Nua Wogo yang mulai terdampak penurunan kunjungan pasca pandemi

Indonesiasurya
Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:49:17 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Bajawa, 29 Oktober 2025 — Kunjungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama rombongan wartawan NTT ke kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2x10 MW), Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Nua Wogo.

Desa Nua Wogo merupakan salah satu kampung adat yang berbatasan langsung dengan area pengembangan PLTP Mataloko. Dalam sambutannya, Tua Adat sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nua Wogo, Yohanes Baghi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN dan komitmen perusahaan yang terus membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Yohanes menegaskan, masyarakat adat siap mendukung pengembangan energi panas bumi sepanjang pelaksanaannya dilakukan secara terbuka dan tetap memperhatikan kepentingan warga lokal.

“Kami yakin dan percaya, dengan adanya PLN kita bisa bekerja sama. Pemerintah dan PLN pasti sudah memikirkan yang terbaik bagi masyarakat. Selama ini komunikasi kami dengan pihak PLN dan kontraktor berjalan baik, terutama soal kesempatan kerja bagi anak-anak muda Wogo agar bisa ikut berkontribusi,” ujar Yohanes.

Ia menjelaskan, masyarakat adat terus berkoordinasi dengan kontraktor agar tenaga kerja lokal bisa lebih banyak terserap sesuai kemampuan mereka. Bahkan, Yohanes telah menyampaikan langsung kepada Gubernur NTT agar ke depan dibangun sekolah kejuruan yang berfokus pada energi panas bumi.

“Saya sudah usulkan agar ada SMK geothermal di daerah kami, supaya anak-anak Wogo bisa belajar, bekerja, dan memahami potensi energi ini dengan baik. Kami ingin ada orang Wogo yang menjadi pegawai geothermal agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa ini proyek baik,” tambahnya.

Yohanes juga menyinggung potensi wisata budaya Desa Nua Wogo yang mulai terdampak penurunan kunjungan pasca pandemi. Ia berharap kehadiran PLN dapat membuka ruang kolaborasi dalam mengembangkan potensi desa wisata berbasis edukasi budaya.

“Kami ini desa edu-wisata pertama di sini. Pengunjung yang datang bukan hanya menikmati pemandangan, tapi juga belajar tentang kehidupan, tradisi, dan arsitektur rumah adat kami. Kami ingin berkolaborasi dengan PLN agar Wogo bisa kembali ramai dikunjungi,” katanya.

Sementara itu, Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, menekankan pentingnya sinergi jangka panjang antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat adat. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat pembangunan geothermal dapat dirasakan secara luas untuk membangun masyarakat sekitar dengan pendekatan budaya dan adat istiadat.

“Kolaborasi yang baik bukan hanya ketika pejabat datang untuk melihat fasilitas panas bumi lalu pulang, tetapi kita berharap mereka dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Mereka bisa mengunjungi kampung adat Wogo yang ikonik ini, untuk itu kita bersama akan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembangunan,” kata Bobby.

Dalam kesempatan lain, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat serta menegaskan komitmen PLN untuk terus menjalankan prinsip transparansi dan kolaborasi dalam setiap tahapan proyek PLTP Mataloko.

“Kami sangat menghargai dukungan masyarakat adat Wogo dan seluruh warga di sekitar PLTP Mataloko. Bagi PLN, pembangunan energi bersih harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rizki.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12