Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gila ! Sebanyak 331 Sasaran MBG di Soe Kabupaten TTS, NTT Keracunan

Polres TTS kini mulai fokus menyelidiki penyebab pasti insiden ini.

Indonesiasurya
Sabtu, 04 Oktober 2025 | 09:42:34 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, TTS - Warga Soe Kabupaten TTS NTT digemparkan dengan kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG), pada Jumat, 03 Oktober 2025.

Tidak tangung-tangung, sebanyak 331 penerima MBG dilaporkan keracunan usai  menyantap jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tegas, cepat dan tegas diambil, Eduard Buce Lioe, Bupati TTS, untuk membentuk posko terpadu Kejadian Luar Biasa (KLB) menampung dan menangani para korban yang keracunan MBG.

Sementara itu, Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, membenarkan bahwa jumlah korban keracunan kini mencapai angka fantastis: 331 orang.

"Alasannya kami melakukan pembukaan posko karena sudah sangat banyak korban keracunan yang mencapai 331 orang," jelas AKBP Dorizen, seperti dikutip dari Batas Timor.com.

Melihat skala bencana ini, Polres TTS ikut ambil bagian dengan membuka posko layanan medis di markas mereka.

Posko gabungan kini tersebar di empat lokasi utama di Kota Soe: RSUD SoE, Posko Polres TTS, SD GMIT SoE 2, dan Puskesmas Kota SoE.

Data terkini menunjukkan, dari total 331 korban, 273 orang telah diizinkan pulang.

Namun, 58 korban masih harus menjalani perawatan intensif, termasuk 15 orang di Posko Polres TTS.

Keracunan massal ini diduga berasal dari jatah MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kota SoE 1.

Polres TTS kini mulai fokus menyelidiki penyebab pasti insiden ini.

Korban yang sakit berasal dari 12 lokasi penerima MBG, mencakup Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK), PAUD, SMA, dan Posyandu.
Saat ini, upaya penanganan korban berjalan intensif, melibatkan tenaga medis dari Polres TTS, klinik, dan Dinas Kesehatan setempat.

Sementara itu, Polres TTS terus mendalami kasus ini untuk mengungkap mengapa program gizi yang bertujuan mulia justru berujung pada keracunan massal


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5