Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kacau! SPBU Diduga Dikuasai Mafia BBM, Pengawasan Lumpuh Total, Masyarakat Minta Aparat Ambil Langkah Tegas.

Kalau kami petani, bawa satu jerigen saja sering dipersulit. Ini malah ada yang isi puluhan jerigen tanpa hambatan,” ujarnya dengan nada kesal.

Indonesiasurya
Senin, 23 Maret 2026 | 14:38:59 WIB
Foto

Sinjai — Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam jumlah besar menggunakan jerigen di SPBU 74-92645 (Lita), Jalan Petta Punggawae, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, menuai sorotan tajam. Praktik yang diduga melanggar aturan distribusi ini terpantau berlangsung terbuka tanpa pengawasan memadai.(22/03/2026).

Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu sore, 21 Maret 2026, sejumlah kendaraan terlihat secara bergantian mengisi BBM bersubsidi ke dalam jerigen dalam jumlah banyak. Aktivitas tersebut berlangsung berulang dan tanpa penertiban dari pihak pengelola SPBU.

Situasi ini semakin memprihatinkan setelah salah satu petugas SPBU mengakui adanya pembiaran dalam proses pengisian tersebut. Ia menyebut keterbatasan tenaga dan kondisi hari raya menjadi alasan.

“Manajer sedang ke Sinjai Barat, Pak, karena hari ini Lebaran. Saya capek, jadi mereka isi sendiri,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan internal di SPBU, yang seharusnya memiliki standar operasional ketat dalam distribusi BBM bersubsidi, termasuk larangan pengisian tanpa pengawasan petugas.

Sementara itu, respons aparat kepolisian setempat juga menuai perhatian. Kapolsek Sinjai Utara, saat dikonfirmasi terkait kejadian yang turut menjadi perbincangan di grup WhatsApp, mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut.

“Maaf, saya tertidur di ruangan karena kebanyakan makan buras,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah mempertanyakan antrean panjang di SPBU tersebut, yang disebut disebabkan oleh pengurangan pasokan BBM dari pihak Pertamina, dari 21 ton per hari menjadi 16 ton.

Terkait pengisian menggunakan jerigen, Kapolsek menjelaskan bahwa secara aturan, pembelian BBM dengan wadah tersebut harus disertai rekomendasi administratif dari instansi terkait. Namun, ia juga mengakui adanya dilema di lapangan, khususnya bagi masyarakat pedesaan yang membutuhkan BBM dalam skala kecil.

“Di satu sisi ada aturan, di sisi lain masyarakat di desa juga membutuhkan BBM. Ini menjadi dilema,” ujarnya.

Namun demikian, Kapolsek mengaku terkejut saat mengetahui adanya praktik pengisian jerigen secara bebas tanpa pengawasan. “Waduhhh,” ucapnya singkat.

Keluhan juga datang dari kalangan petani. Seorang petani di Kecamatan Bulupoddo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan ketidakadilan dalam distribusi BBM. Ia mengaku sering mengalami kesulitan saat hendak mengisi BBM untuk kebutuhan pertanian, meskipun hanya dalam jumlah kecil.

“Kalau kami petani, bawa satu jerigen saja sering dipersulit. Ini malah ada yang isi puluhan jerigen tanpa hambatan,” ujarnya dengan nada kesal.

Fenomena ini memperlihatkan adanya ketimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi. Di satu sisi, masyarakat kecil harus menghadapi prosedur ketat, sementara di sisi lain, praktik pengisian dalam jumlah besar justru berlangsung tanpa kendali.

Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai asas keadilan dalam penyaluran energi subsidi yang seharusnya tepat sasaran.

Diperlukan langkah tegas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh serta penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar. Pengawasan distribusi BBM subsidi harus diperkuat agar tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Jika dibiarkan berlarut, praktik semacam ini berpotensi memperluas jaringan distribusi ilegal serta memperparah ketimpangan akses energi di tengah masyarakat. (Baramakassar_


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4